Apakah kita sebagai seorang pemimpin suatu bisnis? Kalau ya maka seandainya akan memengaruhi lingkungan khususnya subordinasi dan pasar, sekurang-kurangnya ada tiga unsur pokok yang harus dimiliki dan dikembangkan:
Ø Tujuan dan standar kinerja yang dikembangkan. Organisasi yang berhasil memiliki pemimpin yang menetapkan standar kinerja dan tujuan tinggi melalui beragam kegiatan seperti perumusan strategi matang, kepemimpinan pasar, perencanaan, rapat-rapat dan presentasi, berorientasi pada produktifitas, mutu, dan keandalan;
Ø Nilai-nilai yang dikembangkan yang merefleksikan kepedulian atau perhatian terhadap karyawan, pelanggan, pemegang saham, penjual, dan masyarakat sekitar. Nilai-nilai ini menggambarkan ciri bagaimana proses bisnis dijalankan dengan layak finansial dan ekonomi.
Ø Memiliki konsep bisnis dan orang-orang. Konsep menggambarkan barang dan jasa apa yang perusahaan tawarkan dan apa metode dan prosedur yang digunakan dalam melaksanakan bisnis. Tentu saja perusahaan memiliki program pengembangan sumberdaya manusia karyawannya.
Tujuan, nilai-nilai, dan konsep mencerminkan perusahaan memiliki semacam merek atau cap yang disebut ”kepribadian”. Untuk itu bagaimana perusahaan perlu terus menerus diamati baik oleh pemangku kepentingan internal maupun eksternal. Gunanya untuk selalu memperbaiki kinerjanya termasuk perluasan segmen pasar. ”Kepribadian” itu tergambarkan dalam wujud peranan, hubungan, penghargaan, dan tatacara.
Agustus 20, 2008 at 9:31 pm
Pemimpin dengan tiga ciri tersebut,dalam prakteknya akan semakin efektif jika didukung infrastruktur yang lengkap termasuk pemiayaanh.Kalau tidak maka pemimpin akan kewalahan.
Agustus 21, 2008 at 12:37 pm
ya benar….tak mungkin seorang pemimpin bisa bekerja dengan optimum tanpa didukung alat atau instrumen fisik dan non-fisik yang cukup….
Agustus 22, 2008 at 1:37 am
Menurut saya pemimpin bisnis dalam era global yang semakin kompleks ini, selain faktor-faktor yang bapak uraikan, juga harus memiliki visi,kemampuan manajerial, dan kemampuan humaniora dan pengetahuan politik.
Agustus 22, 2008 at 7:29 am
setiap saya baca artikel bapak, semakin bertambah kekaguman saya kepada penulisnya, ehem…,. Artikel bapak sarat dengan ilmu dan filosofi yang seimbang, makanya ketika rabuan dosen di GWW kemarin saya usulkan agar sivitas akademika IPB rajin membaca blog rona wajah. syukur-syukur bisa mengimplementasikan dalam kesehariannya.
wah… bisa tambah maju dan jaya deh IPB kita.
selamat Pak. jangan pernah berhenti berkarya dan membagi ilmu buat kita semua.
salam takzim
rita
Agustus 22, 2008 at 2:31 pm
Betul nuraini….saya sependapat….jadi kepemimpinan yang sebaiknya diterapkan adalah model tranformasional….
Agustus 22, 2008 at 2:33 pm
ya rita…terimakasih….insya allah IPB akan jaya….sejauh para akademisi mampu mengembangkan integritas akademiknya…..tentunya dengan dukungan seluruh tenaga kependidikan dan mahasiswa…..salam
Agustus 23, 2008 at 3:43 am
Membangun kepemimpinan bukanlah bersifat ad-hoc apalagi sementara.Karena itu sembari menumbuh-kembangkan jiwa kepemimpinan maka dengan dukungan semua individu, manajemen puncak haruslah menetapkan perusahaannya menjadi organisasi pembelajaran.Ini harus tercermin dalam visi perusahaan.
Agustus 23, 2008 at 2:36 pm
sependapat bung johan…..cuma pembentukan suatu perusahaan menjadi organisasi pembelajaran memang butuh waktu……disini komitmen manajemen puncak dan seluruh warga organisasi haruslah tinggi…..
Agustus 28, 2008 at 1:23 pm
Intinya, saya kira, dibutuhkan kepemimpinan yang mempunyai visi yang kuat. Dengan visi yang kuat, berarti, sang pemimpin tahu benar akan dibawa kemana organisasi itu, dan tentu saja seluruh stakeholdernya, sehingga stiap anggota organisasi, atau bahkan lingkungannya, akan merasa save dibawah kepemimpinannya, karena mereka yakin sang pemimpin akan memberikan masa depan yang jelas dan terarah bagi mereka
Agustus 30, 2008 at 11:18 am
benar bung syamsul….seorang pemimpin yang juga tak ragu memberi kepercayaan kepada subordinasinya ataui pengikutnya untuk berkiprah,berkreasi dan berinisiasi…..