Oleh: sjafri mangkuprawira | Juli 27, 2008

STOP PRESS

 

          Patut dihargai sikap Gus Dur (Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa) untuk menghormati Keputusan Mahkamah Agung tentang Kepengurusan PKB. Sebagai tokoh nasional, pendiri berbagai lembaga seperti Forum Demokrasi dan PKB, sangatlah layak beliau menunjukkan kearifannya sebagai guru bangsa; pejuang penegakkan hukum. Kita sambut kerangka upaya untuk menghilangkan konflik internal yang berlarut-larut dalam meraih keharmonisan dan persaudaraan  sejati. Walau saya tidak berpartai dan bukan juga sebagai anggota NU, sudah lama saya berharap dan berdoa, dan bersyukur momen yang ditunggu datang juga. Tinggal lagi seluruh pengurus dan tokoh PKB perlu melakukan konsolidasi internal yang solid berbasis amanah dan salamah demi kepentingan yang lebih besar.


Tanggapan

  1. yoi2 … saya pikir dulu kasus ini kelar kalo imin mundur dan yenni maju jd bos pkb, secara pkb ‘partai dinastinya’ gusdur gitu loh

  2. Kalau benar maka patut disyukuri. Masalahnya bagaimana memelihara momen yang bagus ini sebaik-baiknya.

  3. ya luthfi…sebagai organisasi modern saya percaya PKB akan mengedepankan proses demokrasi dan regenerasi yang berbasis pada kompetensi dan integritas……

  4. betul sekali bung johan…..konsolidasi internal salah satu jawabannya…..

  5. Benar sekali hal itu patut disambut dan disyukuri karena selama ini ada kesan di masyarakat luas ada para pembisik di sekitar Gus Dur. PKB harus menunjukkan, partai itu betul-betul partai modern bukan partai “keluarga” dan jauh dari sifat berkepemimpinan sentralistik.

  6. ya biandra kita berharap demikian….saling mengoreksi dirilah dan istiqomah….tanpa harus malu demi pengembangan organisasi modern…..

  7. jangan -jangan nanti bakal ada PKB – Perjuangan nich….. seperti PDI – P. karena ini kan menyangkut “urusan perut” juga.. :)

  8. mudah-mudahan tidak terjadi….lebih banyak ruginya ketimbang manfaatnya…..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori