Oleh: sjafri mangkuprawira | Juli 6, 2008

SPEKTRUM PEMIKIRANKU DAN SATPAM

 

Spektrum Pemikiranku: blog yang dilahirkan 17 Juni tahun lalu. Sebagai blog yang relatif masih berusia “muda”, pengagumnya sudah begitu banyak. Kini sudah siap memasuki jumlah  70ribuan pengunjung. Walau jumlah yang berkunjung relatif lebih sedikit ketimbang blog (beberapa saja) yang berusia sama namun popularitasnya sudah kentara. Indikasinya teletak pada jumlah komentar di setiap tulisan yang berkisar sekitar 20-30’an; bahkan bisa lebih. Luar biasa. Ketimbang blog pribadi saya; untuk mendapat jumlah komen sampai hanya lima kunjungan saja hampir-hampir sangat jarang. Bahkan sempat beberapa artikel saya tak tersentuh komen sama sekali. Agaknya mereka yang mengunjungi blog saya, walau pertumbuhannya relatif tinggi, namun hanya untuk membaca dan jarang yang mengomentari.

Tanpa menggolongkan kategori isi komen yang begitu beragam, keberadaan blog spektrum-pemikiranku (SP) ini sangat unik. Mengapa? Isi blognya sangat bermutu. Kepadatan isi blog dengan ilmu pengetahuan umum sangat mengagumkan. Ragam isi tulisannya sangat besar. Gaya menulisnya ringan dan pop. Bahkan diselingi guyonan cerdas. Begitu pula respon terhadap komentar; begitu aktifnya. Saya menikmatinya. Lalu dimana uniknya? Ya karena blog itu  dikelola dan ditulis oleh pemuda berkumis yang mengaku SATPAM (satuan pengamanan?). Saya kelompokkan pengasuhnya benar-benar seorang generalis. Bukan oleh orang yang mengaku cendekiawan atau ilmuwan. Saya sendiri sempat “curiga” berat. Apa iya, seorang satpam bisa begitu hebatnya menulis?

Setelah mencoba merenung, saya sampai pada beberapa proposisi tentang posisi pengasuh yang bernama YariNK itu. Tentunya dengan memperkecil “hello effect”. Proposisi pertama, tak ada hubungan kemampuan menulis dengan status seseorang. Siapapun bisa menulis. Tidak kecuali seorang satpam; asalkan banyak belajar dan membaca ilmu pengetahuan, dan belajar menulis. Yang kedua, semakin transparan penjelasan  penulis (mas YariNK) tentang ”kebenaran” posisi satpamnya semakin memperkuat proposisi pertama itu. Dengan kata lain sangatlah keliru kalau kemampuan menulis adalah hanya atau monopoli  orang ”terpelajar”, pengamat, dan penulis profesional termasuk dosen. Perlu dicatat posisi dosen tidak selalu identik dengan kemampuan tinggi dalam menulis. Proposisi ketiga adalah semakin dipertahankan bahkan dikembangkannya mutu isi dan jenis-lingkup isinya semakin banyak pengunjung dan yang memberi komentar terhadap blog SP ini. Karena itu stabilitas proses penulisan plus lingkup isi yang unik dan bermutu maka keberadaanya akan semakin bertahan. Selamat mas YariNK; bravo.


Tanggapan

  1. Wah…. saya jadi tersanjung nih… hehehe…. Memang betul prof…. seseorang itu kemampuan menulisnya tidak melihat apa pekerjaannya dan apa pendidikannya. Kalau ia mau menulis dan mau berbagi tentu tulisannya dapat dinikmati dan digunakan untuk mereka yang membacanya.

    Sama juga seperti seorang lulusan sastra Inggris misalnya….. belum tentu bahasa Inggrisnya jauh lebih lancar dibandingkan seseorang yang bukan sarjana sastra Inggris apalagi kalau dia lama di luar negeri. Juga seorang sarjana komputer belum tentu ia lebih mahir dalam memprogram bahasa2 komputer dibandingkan mereka yang hanya kursus komputer.

    Pokoknya yang penting bagi kita dalam menulis blog adalah bagaimana agar blog kita ini dapat berguna bagi orang yang membacanya. Tidak peduli apakah mereka yang datang dan berkomentar di blog kita banyak dan sedikit. Insya Allah, bagi setiap informasi yang berguna yang didapat oleh setiap orang yang membacanya, dapat mendapatkan pahala dariNya dan tentu mudah2an pula dapat meningkatkan sumberdaya manusia di Indonesia walaupun peningkatannya mungkin cuma sedikit…….

  2. Saya termasuk pengunjung setia blognya kang Yari, yang saya tahu lulusan UNPAD(saya lupa bacanya dimana). Awalnya saya kira beliau lulusan ITB, paling tidak dari bidang Farmasi atau biologi, karena banyak ilmu yang terkait disana…ternyata saya salah (atau benar ya kang Yari?).

    Blognya pak Syafri juga banyak pengunjungnya, walau mereka tak memberikan komentar, karena mereka banyak belajar dari tulisan bapak. sebetulnya, menulis blog menambah banyak teman, sharing pengetahuan, dan membuat kita bisa menulis tulisan serius menjadi lebih ringan sehingga mudah dimengerti orang awam.

  3. sependapat mas YariNK….yang penting segala sesuatu berangkat dari niatnya…..blog sebagai media syiar……

  4. ya mbak edratna….sampai sekarang pun saya masih bertanya-tanya who is who mas YariNK….tapi apapun saya termasuk sering baca spektrum…walau jarang berkomen….terimakasih atas pendapat tentang blog saya……

  5. Saya sependapat dengan pak YariNK,jangan jadi soal tentang jumlah kunjungan dan komentar. Saya perhatiakan banyak komentar di sebagian blog yang lebih berisi guyonan sementara ulasan yang langsung ke artikel secara mendalam relatif jarang .Kalau ke blog bapak, dilihat dari jumlah pengunjung perkembangannya cepat tetapi memang yang berkomentar tidak begitu tinggi. Namun isi komennya langsung ke topik. Hampir-hampir tak ada guyonan.Mungkin pengunjung merasa sungkan dan hati-hati karena bapak seorang ilmuwan-guru besar ya.

  6. idealnya, kurnia…..blog itu berisi artikel sesuai dengan kebutuhan khalayak,bermutu,banyak dikunjungi dan dikomentari dengan komentar bermutu,kegiatannya stabil,dan boleh-boleh saja dibumbui guyon segar dan cerdas…..tetapi apakah banyak yang seperti itu?…..so benar jangan terlalu peduli dengan ukuran jumlah pengunjung dan pengomentar, apalagi rendah diri……terpenting nulis,nulis….dan nulis…..jadilah diri sendiri…..berbuat sebaik-baiknya untuk lingkungan……

  7. Wah baru tahu dan tak sangka ada satpam yang aktif dan hebat berblog. Semoga mendorong saya untuk melakukan hal sama.

  8. amiin…..insya allah bung zul…..

  9. Saya lupa di negara mana, justru tahun lalu kalau tidak salah blog yang tergolong top adalah yang jumlah pengunjung dan komentarnya sedikit. Aneh juga.Saya tak tahu apa kriterianya. Apakah dilihat dari frekuensi tampilan dengan isi blog yang bermutu? Lalu lembaga apa yang menilainya?

  10. terimakasih biandra atas infonya….saya sendiri tidak tahu tentang kriteria blog yang top…..seperti juga saya tidak tahu apa kriteria yang dipakai hingga saya mendapat peringkat pertama dari penilaian terhadap sekitar 20 blog pribadi warga IPB dua bulan lalu….padahal secara personal saya tidak mendaftarkan diri….mungkin didaftarkan oleh pimpinan unit (departemen) kerja saya dan penilaiannya dilakukan diam-diam…..

  11. Kayanya ada beberapa tipe domain blog seperti kehususan topik,generalis, dan gado-gado atau capcay. Apapun domainnya masing-masing punya segmen pasar tersendiri.

  12. benar bung johan….tetapi walau domain isi blognya sudah begitu khusus atau spesifik….tetapi bisa saja berisi hal-hal yang sedang pop……asalkan tidak mendominasi…..

  13. Pak,saya pernah mampir di salah satu blog,dimana jumlah pengunjungnya mencapai hampir 1,3 juta hanya dalam waktu 28 bulan.Pengomentarnya pun banyak. Luar biasa.

  14. ya bung rusli…..tiap blog punya distinct-nya masing-masing…….ya luar biasa….kapan anda membuat blog?….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori