Pernahkah kita mudah menyerah menghadapi suatu tantangan tertentu? Pernahkah  tiap melakukan sesuatu selalu dibayangi kegagalan? Pesimistis? Bahkan berhenti di pinggir jalan? Lalu terjadi kegagalan total? Dan kita tidak menganggap kegagalan sebenarnya merupakan keberhasilan yang ditunda? Kalau benar  maka itu pertanda kita tidak tekun mengerjakan tugas dan kewajiban tertentu.

Ketekunan adalah upaya bersinambung untuk mencapai tujuan tertentu tanpa mudah menyerah hingga meraih keberhasilan (Ranjit Singh Malhi, Enhancing Personal Quality,2005). Dengan kata lain,Denis Watley dalam Malhi, menyebutkan, “ketekunan tetap berlangsung walau adanya rintangan yang menghadang anda,dan anda mengetahui apa yang anda lakukan adalah benar”. Ketekunan sering juga digambarkan sebagai keberhasilan seseorang melakukan sesuatu melalui percobaan dan kesalahan yang dialaminya. Semacam bentuk keuletan bekerja.

Tak ada sesuatu pun yang bernilai  dapat diraih tanpa adanya dorongan untuk memulainya. Untuk itu ketekunan menjadi syarat utamanya. Tidak jarang mereka yang memiliki kecerdasan intelektual dan bakat tinggi telah gagal mencapai kinerja tinggi karena kurangnya keuletan. Sebaliknya  mereka yang menjadi pemenang umumnya orang biasa namun dengan ketekunan luar biasa. Mereka berkeinginan kuat untuk mengerjakan apapun asalkan mampu mencapai tujuannya. Disinilah pentingnya kedudukan ketekunan. Menurut Calvin Coolige dalam Malhi, “tak ada sifat di dunia ini yang bisa menyamakan kedudukan ketekunan. Bukan bakat, bukan genius, dan bukan pendidikan. Masih ingat kisah sukses dari Thomas Alva Edison? Walau pendidikan formalnya begitu singkat karena orang tuanya miskin namun berkat ketekunannya dia menjadi inovator terbesar sepanjang sejarah. Tercatat 1,903 paten yang dihasilkannya termasuk lampu dan gramopon.Namun hemat saya, ketiga potensi tersebut bukan berarti diabaikan begitu saja. Semakin tinggi potensi tersebut ditambah dengan ketekunan luar biasa maka hasilnya pun akan luar biasa.

Untuk memelihara ketekunan  maka beberapa hal yang dapat dilakukan adalah praktekan ucapan positif anda sendiri sesering mungkin misalnya “kalau orang lain bisa, saya pun harus bisa”, kemudian bertindaklah secara nyata dengan segera; selalu mengingatkan diri tentang apa yang ingin dituju dari hidup anda; laksanakan rencana kegiatan sehari-hari, tanpa menunda dan mulailah dari prioritas utama;  berhubunganlah secara aktif dengan para teman anda yang mendukung kegiatan anda; tidak mudah menyerah hingga anda meraih tujuan; pandanglah kegagalan itu merupakan pengalaman yang berharga; siap-siaplah mengalami situasi yang tidak anda harapkan; dan jangan lupa membaca beragam referensi yang berkait dengan kisah  orang-orang sukses karena ketekunan kerjanya yang tinggi.

About these ads