Siapapun di antara kita pernah marah. Bisa jadi ada seseorang yang bereaksi begitu berlebihan ketika emosinya tersinggung dan lalu marah besar. Yang lainnya mungkin mengekspresikan marahnya dengan mengumpat-umpat tak berhenti. Dalam prosesnya ada orang marah yang mudah segera mengendalikan dirinya. Namun ada juga yang sukar. Lalu apakah marah perlu dikelola? Seperti halnya pada stres? Bukankan perilaku marah itu buruk? Apa untungnya?
Marah dapat dikatakan sebagai reaksi kuat atas sesuatu yang tidak menyenangkan dan mengganggu pada seseorang. Ragamnya mulai dari kejengkelan yang ringan sampai angkara murka dan mengamuk. Ketika itu terjadi maka detak debar jantung semakin cepat, tekanan darah dan aliran adrenalin juga meningkat. Kalau sudah begini bisa-bisa perubahan psikologis akan menyebabkan timbulnya reaksi agresiv dan perlakuan kasar dari sang pemarah. Akibat bagi dirinya akan berbentuk emosi dan enerji sosial yang semakin rusak. Lebih jauh interaksi sosial positif bakal terganggu. Akan timbul fenomena amarah yang berantai ke orang lain. Itulah sebabnya mengapa marah sebaiknya dikelola menjadi hal yang konstruktif. Tahap awal adalah memahami mengapa amarah bisa terjadi pada seseorang.
Walau bersifat alami dan normal namun marah tidak timbul dengan sendirinya. Ia merupakan respon dari seseorang ketika mendapat ancaman, hal yang membahayakan, kekerasan verbal, perlakukan tidak adil, kebohongan dan manipulasi oleh orang lain. Dengan kata lain marah timbul karena batas-batas emosi yang kita miliki telah terganggu atau terancam. Secara internal, marah bisa terjadi ketika menghadapi masalah-masalah pribadi, mengingat peristiwa yang sangat mengganggu pikiran, kekecewaan pada situasi lingkungan, kurang percaya diri, dsb. Sementara secara eksternal, marah bisa timbul karena menghadapi kepadatan lalulintas, mendapat ancaman, hak-hak pribadinya diperlakukan tidak adil,dsb. Apakah dengan demikian amarah selalu dipandang sebagai emosi yang negatif?
Marah sebenarnya dapat berguna. Karena itu marah konon jangan dipendam sebab akan merusak emosi. Jadi lepas saja asalkan dilakukan dengan wajar dan segera bisa dikendalikan. Di sisi lain marah bisa memotivasi seseorang untuk memecahkan masalah tertentu yang sebelumnya tersembunyi. Mengapa? Karena setelah itu yang bersangkutan segera melakukan evaluasi diri. Marah disini memberi sinyal mana yang dirasakan sebagai sesuatu yang benar dan mana yang salah. Konflik-konflik secara bertahap bisa diatasi dengan emosi yang tenang.
Apa saja cara mengelola marah secara konstruktif? Yang pertama adalah menghadapi setiap gangguan yang dapat menimbulkan marah dengan tenang. Ketika itu terjadi segera berupaya meminimumkan kontak dengan orang yang memicu marah. Kalau perlu minta penjelasan dengan baik-baik. Dan tentunya kita sendiri harus siap menanggapinya. Selain itu sebagai pimpinan, kita boleh-boleh saja berucap kepada para subordinasi untuk mengungkapkan kekecewaan dan bahkan marah kalau mereka tidak bekerja dengan baik. Tentunya setelah berulang kali diingatkan. Sebaliknya kalau tiba-tiba marah dan sadar itu karena kesalahan sang bos,ya dia harus memiliki jiwa ksatria untuk minta maaf pada sub-ordinasi.
Hal lain yang sangat penting dalam mengelola marah adalah menempatkan penyebab amarah secara proporsional. Misalnya tidak usah timbul marah kalau ada orang lain yang berbeda pendapat dengan kita. Hadapilah perbedaan itu dengan penguatan alasan-alasan kita yang lebih masuk akal dan dapat diterima oleh lawan. Kalau perlu kita berempati dengan orang tersebut. Bukankah perbedaan itu rahmah dan berkah? Sebaliknya kalau ada ancaman serius (lunak atau keras) yang mengancam pribadi tidak ada salahnya marah. Namun yang terkendali, tanpa harus dengan mengancam balik. Kontra produktif jadinya. Kemudian secara fisik mengelola marah dapat dilakukan dengan menghindari obyek marah. Dianjurkan menarik nafas panjang sambil berdoa, melakukan perenungan diri dan meditasi. Silakan terus berolahraga ringan untuk mengurangi tensi yang sedang tinggi. Dan juga mendengarkan musik kesukaan pribadi. Jadi intinya marah jangan dipelihara. Tetapi celakanya, ada yang menjadikan marah sebagai karakter pribadi yang permanen. Atau keranjingan berbuat marah. Kalau ada yang seperti itu maka orang itu pantas diberi gelar MBA (Management by Anger).
April 14, 2008 at 3:50 am
Benar sekali Pak, setiap manusia tentu pernah marah, termasuk saya sendiri terutama ketika saya berada di kantor tempat saya bekerja. Ketidakadilan dalam pembagian tugas kerja yang menjadi penyebabnya. Seringkali atasan memberikan tugas lebih terhadap saya, walaupun demikian saya selalu berusaha melaksanakan tugas itu dengan baik sesuai kemampuan saya. Saya selalu “positif thinking” saja, bahwa saya adalah orang yang dipercaya oleh atasan saya sehingga beliau mendelegasikan tugas-tugas itu kepada saya walaupun sebenarnya itu bukan merupakan tugas saya.
April 14, 2008 at 6:19 am
Salam kenal,
saya setuju pak..marah itu memang tidak ada gunanya..hanya akan menyakiti orang lain…
April 14, 2008 at 7:12 am
Wah, harus belajar mengelola emosi nih…
Bagaimana caranya?
April 14, 2008 at 7:37 am
marah itu ada pentingnya juga .. karena berfungsi untuk membakar sel-sel tubuh yang ada disekitar dada, seputar kepala, tapi perlu di kontrol.. jangan sampai berlebihan… karena malah bisa bikin rusak sel-sel tubuh…
sebab, menurut ahli tarekat/tasauf, secara garis besar marah itu ada 4 kategori:
Amarah-Loamah-Sawiyah dan Mutmainah
dan menurut yang lainnya malah lebih banyak….ada 8 tingkatan:
1. Nafsu Amarah
2. Nafsu Lawamah
3. Nafsu Sufiyah/ Sawiyah
4. Nafsu Muthmainah
5. Nafsu Mulhalamah
6. Nafsu Rodhiyah
7. Nafsu Mardhiyah
8. Nafsu Kamilah
April 14, 2008 at 11:13 am
ya tini……anda sudah benar berpikir positif……..artinya anda dipercaya,bukan dieksploitasi……bandingkan saja apa yang terjadi ketika bos anda hanya memberi jumlah tugas yang sedikit dan ringan jauh di bawah kapabilitas anda yang faktual….pasti stres…….
April 14, 2008 at 11:14 am
ya koko…..marah bukan berarti tak berguna….tetapi memang mudharatnya lebih banyak ketimbang maslahatnya……..
April 14, 2008 at 11:18 am
ya emanuel…….benar harus siap menahan emosi negatif…..itu merupakan proses belajar yang kontinyu………atau berulang-ulang…..kalau semula marah merupakan reaksi spontan….maka lewat pengalaman, kemampuan menahan emosi amarah pun akan juga spontan……konon akan menjadi penyabar…….
April 14, 2008 at 11:19 am
terimakasih bung rido….atas masukannya…….
April 15, 2008 at 11:24 am
Memang betul prof, menurut saya juga marah bukannya harus dihilangkan tetapi harus dikelola. Saya sendiri orangnya bukan termasuk orang yang sabaran walaupun juga bukan orang yang pemarah juga. Di tempat kerja juga yang perlu saya marahin ya saya marahin, tapi marahinnya juga terfokus tidak sampai merembet ke hal2 lain apalagi yang tidak ada hubungan permasalahannya sama sekali.
Pendek kata, prinsip saya, kalau marah ya jangan kelewat batas, kalau sabar ya jangan kelewat batas juga, salah2 karena terlalu sabar jadinya nanti malah keadaan jadi berjalan di tempat……
April 15, 2008 at 1:53 pm
Mungkin sedikit marah itu perlu, tapi jangan memelihara marah..energi yang dihabiskan terlalu besar
–salam–
April 15, 2008 at 5:48 pm
benar bung yariNK….karena marah adalah sah-sah saja dan normal sifatnya maka biarkanlah itu terjadi……namun benar pula asalkan tidak dilakukan dengan keterlaluan……konon, sesuatu yang berlebihan tidak baik……
April 15, 2008 at 5:50 pm
ya bung daeng…….wajar saja kalau kita marah dan tanpa berlebihan…..dan wajar pulalah menyikapi kalau ada orang yang marah……
Desember 3, 2008 at 9:40 am
Tips Meredam Marah
Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai (H.R. Ahmad). DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).
Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat. Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan: 1. Membaca Ta’awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim). 2. Berwudlu. Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud). 3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakanKalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud). 4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad). 5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)
Desember 3, 2008 at 12:46 pm
terimakasih bung rizal….uraian anda telah memerkaya artikel ini……marah adalah fenomena alami….namun perlu dikelola seoptimum mungkin untuk tidak berkembang menjadi angkara murka yang merugikan orang lain dan juga diri sendiri……
April 9, 2009 at 5:14 pm
istri saya pemaraaaah besaaar…dikit dikit langsung tersinggung…trus marah marah dan pastinya akan keluar caci maki sumpah serapah…kadang hati ini udah ga kuat…tapi saya sangat kasihan dengan anak saya yg masih kecil kecil…saya berusaha teruus sabar,namun hasilnya dia malah menginjak nginjak harga diri dan kehormatan saya…pernah saya coba untuk melawan supaya dia tau kalo posisi saya adalah suami…imam bagi dia namun akhirnya emosinya malah ga terkontrol…tambah ancur rumah tangga…saya binguuung sekali..bahkan comment ini saya tulis diwarnet jam 2 malem,karena istri mengusir saya.daripada tidur diteras banyak nyamuk mendingan ke warnet cari info n solusi…kenapa ya ada orang yg punya emosi meledak ledak?kadang klo pas tenang,saya ingatkan,saya nasehatin bahwa emosi itu hanya akan merugikan diri sendiri..dia ngerti,sadar,dan berjanji ga marah marah lagi..tapi pas ada salah kata eh…ngamuknya dateng lagi…saya bosan…usia pernikahan kami baru berjalan 5 tahun,…apa masih belum saling mengenal?…saya pun sudah coba pendekatan agama…bahkan istri yg dulunya pake tanktop,alhamdulillah sekarang udah jilbaban…trus ikut salah satu kajian islam akhirnya sekarang udah pake cadar…tapi kok marahnya ga ilang ilang juga?apa salah saya?
makasih sebelumnya atas tanggapannya
maaf soalnya saya bingung mau curhat ke mana…
andai saja ada obat buat istriku
atau ada kursus menghilangkan marah…
(pernah saya usulkan dia untuk ke psikiater,siapa tau karena trauma masa silam dia jadi pemarah..eeh dia malah ngamuuk ngamuk ..di malah dianggap ORANG GILA…karena harus ke psikiater..padahal yg ke psikiater kan bukan hanya orang GILA)
malam ini dia marah marah hanya karena saya menanak nasi namun terlalu banyak airnya hingga jadi lembeek sekali…tapi ga terlalu kaya bubur….(dia udah dibantuin malah dia ngamuk ngamuk…engga bersyukur)…
YA ALLAH…BERIKANLAH HAMBA JALAN KETENANGAN HIDUP HAMBA..
sebetulnya saya sangat sayang sama istri saya
saya juga sangat sayang sama 3 buah hatiku
tolongin doong
trima kasih
salam hormat saya
someone di gorontalo
Januari 27, 2011 at 11:06 am
Salam kenal,
Bapak yg di Gorontalo, saya sangat bersimpati pada bapak. Saya seorang istri yg biasa2 saja tp kini sangat pemarah. Saya sedang berusaha mengelola marah saya tp sulit sekali krn rumah tangga yg saya kira baik-baik saja, dgn suami yg sabar & penyayang ternyata dibelakang saya suami telah berselingkuh selama 7 tahun lebih.
Bapak yg baik, suami saya orang yg sangat sabar & penyayang tp dia khilaf. Saya sangat mencintainya hingga kalau ingat penghianatannya sangat sakit sekali & emosi saya jadi tidak terkendali. Saat ini saya sangat putus asa dengan kemarahan saya sendiri krn anak-anak menjadi ketakutan tapi bila marah, rasanya tidak bisa berhenti.
Saya do’akan supaya istri bapak menyadari bahwa sifat pemarah tidak berguna & cepat2 insyaf krn efek dari kemarahan sangat merugikan sekali, terutama untuk diri sendiri, seperti saya yang sekarang sering sakit kepala, pegal-pegal dibahu, nyeri didada, sampai-sampai sekarang saya mempunyai benjolan dipayudara.
Semoga tulisan saya ini bisa menjadi pelajaran pada istri bapak & bermanfaat. Terima kasih.
Januari 29, 2011 at 10:20 pm
mbak susy….saya ikut prihatin…silakan marah namun seharusnya proporsional…kalau marah dipelihara dan malah dikembangkan maka pada gilirannya bakal menjadi penyakit hati yg kronis…semakin dekat saja dengan Allah…minta petunjuk dan bimbinganNYA…agar terhindar dari kondisi keluarga yg semakin parah…termasuk anak2 yg menjadi korban…salam
April 10, 2009 at 3:34 am
Saya barusan maraaaaaaaah ama anak saya, masak cewek udah umur 13 th kok males dan galak…sama mamanya… gimana tuh Pak Safri…plzzzzzzz help me.
April 10, 2009 at 10:01 am
bung someone….saya ikut prihatin atas kasus yang anda hadapi….salah satu pendekatan yang berhasil adalah harus datang dari ybs….misalnya kita tidak mungkin membawa isteri anda ke psikolog….kalay yg bersangkutan tak berkenan….atau coba minta tolong mertua anda atau ada yang dianggap sesepuh untuk menasehatinya…..selain itu ada baiknya anda dengan kerendahan hati juga melakukan instrospeksi diri…..
April 10, 2009 at 10:06 am
ya bung maruti…mungkin anak anda sedang masuk ke tahap pencarian identitas diri…ada baiknya juga secara pelan-pelan untuk mencari unsur penyebab mengapa anak anda berperilaku seperti itu…..btw anda punya hak untuk maraah….namun plus mencari dan memberi pemecahannya……terus dengan sabar memberi nasehat…siapa lagi yg harus sabar selain orangtua sendiri…..
Mei 12, 2009 at 8:02 am
Masalah marah-marah dan emosian.. bisa karena terlaul banyak makan yang ber msg. Vetsin, mie instan, pengawet yang sintetis, dan obat-obatan kimia sintetis, serta Vaksin.
Anak-anak yang sering makan ciki dan sudah terkena pula vaksinasi, akan menjadi anak-anak yang emosian, marah-marah kalau keinginan tdk di turuti, dan banyak belajar… banyak lupa.
Ini lah kalau manusia tidak memahami aturan makan dengan yang halalan toiban Tqs 2:168.
saya sarankan makanan haruslah back to nature, jangan menafikan pola makan, jangan remehkan pola hidup sehat back to nature.
Lakukanlah bekam atau hijamah, untuk yang sering marah.. kemungkinan besar karena sering merasakan pusing kepala, coba lakukan Hijamah di kepala. Saya pun dahulu adalah orang yang pemarah, darah tinggi 160/100, tetapi setelah melaksanakan bekam/hijamah, dan makan Back to nature, saya menjadi orang yang baru..
lebih bijaksana, dan sabar.
Kasus bapak someone persis seperti saya,… sekarang suami saya.. makin cinta saya .. karena saya sudah banyak berubah.. jika ingin konsultasi boleh..ke tlp021-7412151
Boleh ya.. pak Sjafri… kasihan saudara kita nih..
Mei 26, 2011 at 4:49 am
Andih , Moho maaf ibu hj. ummu sy tidak konsultasi lwt tlp tapi sy jg ingin mengungkapkan bhwa sy jg orangx emosian banget tpi itu hanya pada suami sy ,kpd orang lain sy bisa kendalikan tp klau kpd suami itu tdk bisa dikontrol ,mohon tipsx agar bisa mengendalikan emosi trhdp suami, mslhx suami sy orangx lbh condong ke klrgx ,klau klrg sy dia mendiskriminatifkan padahal apa yang kami punyai itu lebih dikarenakan karena sy dia hanya biasa tinggal menambahkan sj . trimx
Juni 3, 2011 at 7:27 pm
andih…maaf saya kurang memahami…mungkin salah sasaran posting…
Mei 23, 2009 at 12:58 pm
Seorang dokter menginfokan menurut penelitian yang dilakukan, ternyata memasukan zat-zat logam ke dalam tubuh manusia seperti dari vaksin ataupun obat kimia sintetis, ternyata mempunyai efek yang sangat mencengangkan. Karena ternyata dengan adanya bahan logam, maka otak manusia bisa di setir seperti remot control.Ketika cenel di pasang seperti di tv maka akan sama frekwensinya dengan hal-hal yang berpemikiran barat, sangat mudah menerima kerusakan dan sulit menerima aturan Allah.
Sangat mudah untuk terhipnotis dengan hal-hal yang haram , karena pengaruh logam yang ada dalam otak, sehingga orang yang mengkonsumsi msg, obat kimia sintetis, dan vaksin dapat di kendalikan, pikiran dan tingkah lakunya baik anak, remaja ataupun orang tua, kepada hal yang sesat
Jadi tidak heran kan.. kenapa orang Islam menolak untuk menerapkan Syariat Islam? Karena masih banyak orang Islam menggunakan obat kimia sintetik, msg, vaksin, yang menggunakan logam. sebagai penghantar frekwensi yang pas untuk melemahkan umat Islam dan menjadikan umat Islam seperti bebek yang terus membebek ke barat.
Juli 2, 2009 at 11:54 pm
Setuju pak… marah harus dikelola dan menjadi energi positif karena marah tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada malah menimbulkan masalah baru… Tersenyum tentu lebih manis
Juli 3, 2009 at 4:53 pm
ya mas yudi…bukan berarti setiap orang tak boleh marah…namun marah yg tidak merusakan diri sendiri dan orang lain….
Agustus 29, 2009 at 8:45 pm
saya orang ngk bisa menjaga amarah….
selain yang diatas, adalagi ngk yach yang instan…
biasanya saya bisa lama untuk marah, dan apabila dipendam ngk enak…
gmn yach.???
saran nya donk….
Agustus 31, 2009 at 3:59 am
aliem…memang tak ada resep yg cespleng buat semua orang…setiap orang punya potensi marah….silakan saja berlatih berulangkali meredam marah…. dgn menggunakan saran dalam artikel ini dan beberapa komen yg ada….
Agustus 31, 2009 at 4:02 am
bung aliem…tak ada resep mengendalikan marah yg mujarab bagi semua orang…tiap orang punya potensi marah masing-masing….karena itu coba saja anjuran dalam artikel…latih berulang kali…insya allah…
Oktober 28, 2009 at 6:53 am
Saya seorang mahasiswi…saya berpacaran dengan orang yang pemarah…Pacar saya uh ampun deh klo marah… ga ketolongan serem bgt… Dy klo marah itu saat lapar, cape, truz menjelang ujian dan saat mengerjakan tugas2 dari dosen yang seabrek…makanya saya suka banyak2 beribadah dan berdoa…klo ga di imbangi ma shalat dan berdoa saya mungkin udah masuk rumah sakit jiwa….tapi alhamdulilah 4 bln ni dy ga marah2 lg… mungkin karena Allah swt dan karena dy sudah mulai dewasa kali ya
Oktober 28, 2009 at 9:10 pm
mbak ana..usaha anda sudah bagus…yg penting juga bagaimana mengelola amarah diri sendiri….
November 24, 2009 at 10:01 am
Marah memang telah menjadi persoalan semua orang. Mungkin bagus di adakan seminar tentang management marah.
Artikelnya bagus. Komen2nya memberikan banyak inspirasi. Jadi kepengen nulis juga nih, tentang marah.
Salam kenal.
November 27, 2009 at 3:01 am
ya bung adil….salam kenal juga….tak ada seorang pun yg tak pernah marah…baik secara terbuka maupun tersembunyi….menulis adalah pekerjaan yg menyenangkan…setiap orang punya potensi untuk itu….termasuk anda..
Mei 8, 2010 at 8:49 am
Pekerjaan sy adalah kepala sekolah, saya marah jika guru atau pegawai tdk melaksanakan tugas dengan baik. Kadang-kadang saya bisa tahan marah saya dan akhirnya normal kembali. Tetapi jika sesuatu tugas ringan saya berikan lantas tidak dikerjakan dan bahkan dilupakan karena dianggap sepele, misalnya beri sampul buku daftar hadir guru, seolah-olah dilupakan atau malah diabaikan maka kemarahan saya bisa meledak, hal itu saya sadari sebenarnya menyakiti hati sang pegawai. Saya sangat tidak senang jika hal itu sudah menjadi tugas rutinnya tetapi dilupakan dan selalu mau diingatkan. Bagaimana mengatasi masalah ini ya???
Mei 9, 2010 at 12:06 pm
Pak Sjafri, anak sy laki2 13 th. Keras banget wataknya. Banyak hal2 negatif ada dlm dirinya. Sy jadi sediiiih sekali. Di sklh menurut gurunya dia pendiam dan tak bnyk teman. Dirumahpun dia krg bergaul, sjk msk smp prestasi menurun, sm adik2nya diktator dan bullying sekali, Pemalas juga. Kalo marah, minta ampun kasar banget. Disuruh sholat susahnya minta ampun. Ditegur sy ato papanya malah ngejawab trus. Harus bgmana sy? Papanya orang yg cuek sm anak2nya. Walaupun ga pernah mukul sy, tp kalo marah sm anak cenderung fisik. Sy ingin berbuat sesuatu untuk merubah si sulung ini. Gimana ya… perlukah sy bw dia ke psikolog? Saya merasa di usian yang 13 th, banyak kemarahan dlm dirinya. Kl komen ttg hal apapun selalu negatif. Tolong minta saran pak.. Maturnuwun..
Mei 16, 2010 at 2:41 am
mbak malieq…salah satu faktor keharmonisan suatu keluarga…adalah intensitas komunikasi multiarah…jangan sampai ada pelaku komunikasi,misalnya ortu yg jarang membuka komunikasi kpd anak-anaknya…bisa dlm bentuk perhatian materi dan nonmateri…sampai melakukan perjalanan wisata liburan dan pergi makan bersama di resto…kepemimpinan rumahtangga pun seharusnya lebih demokratis…kalau menyimak dari cerita mbak…maka justru yg perlu diubah adalah sikap dan perilaku ayahnya…agar lebih lembut ketimbang keras dalam membimbing anaknya…semoga berhasil…
Oktober 11, 2011 at 7:28 am
ia berkaitan dgn jiwa.. kalau marah kita lawan dengan kekerasan akan menjadi lebih parah… layani anak yg sedang marah dengan kelembutan dan pujuk sebaik mungkin, insyaallah marah akan menjadi reda kerana tidak akan sikap bertentangan..
Oktober 12, 2011 at 7:30 pm
ya okaya….trims atas nasehatnya
Mei 12, 2010 at 8:27 am
yup menurut saya lebih baik marah itu di lepaskan jagn di pendam karena yang saya rasakan klo kita memendam amrah itu membuat kita menimbulkan rasa iri dan rasa marah yang lebih kejam bila kita pendam mendingan di lepaskan walo pun itu kan berakibat yang menykitkan tapi se engganya kita sudah meluapkan amrah kita..!!
Mei 16, 2010 at 2:25 am
mashoni…bergantung sikonnya…memang ada untung ruginya ttg amarah…
Juni 1, 2010 at 2:50 am
Marah kadang-kadang diperlukan juga, misalnya dalam proses KBM. Seorang guru mungkin akan terpengaruh keadaan lingkungan yang menyebabkan emosinya naik. Apabila keadaan tersebut tidak terkontrol ia akan melakukan tindakan fisik. Namun jika hal tersebut terskenario dengan baik, maka bisa jadi itu merupakan bagian dari appersepsi pembelajaran. Marah yang terkontrol akan memunculkan gelombang kejut yang akhirnya akan menghidupkan gelombang alfa pada peserta didik.
November 22, 2012 at 9:39 am
Menurut saya marah itu ada baiknya dan ada juga buruknya yang penting kita bisa kontrol,tapi biasanya yang saya alami lebih baik marah itu dilepas dari pada dipendam,karna klo marah itu langsung dilepaskan maka dapat menyenangkan perasaan saya dan klo marah itu jika saya pendam maka dapat mengakibatkan perasaan saya tidak menyenangkan…
November 28, 2012 at 8:07 am
ya mas aguz…marah adalah fenomena manusiawi…boleh saja…asalkan marah dengan ilmu dan rasional…
Juni 9, 2010 at 3:30 am
iya pak .terkadang saya menahan amarah karena prilaku istri bos yang selalu ada aja pekerjaan ku yang salah di mata dia.
Juni 9, 2010 at 3:37 am
ya.mengsalkan sekali ketika haru menaha amarah.aku terkadang tidak menahan amarah kareena sifat ku yang gak mau salah apapu itu membuat ku kalau marah harus di tumpaskan.
Juni 10, 2010 at 10:35 pm
mbak ida…sebaiknya terus berlatih menahan emosi…dan memahami bagaimana mengelola diri dgn efektif…berbasis pemikiran bahwa kita adalah mahluk sosial…
Juni 10, 2010 at 10:38 pm
ya mbak yasmien…sabar menahan amarah adalah pokok…namun di sisi lain anda bisa saja bertanya apanya yg salah…toh dia bukanlah atasan anda….tentunya dgn santun…
Juli 20, 2010 at 2:57 pm
Soal marah memang bikin repot. tapi yang repot lagi ada orang yang punya tabiat pemarah tetapi tidak merasa kalau marah. Diberitahu kalau yang dilakukan itu wujud nyata kalau dia marah….. eeee yang ngasih tahu malah dimarah dan repotnya lagi dia tidak merasa kalau dirinya marah. Otak kanannya mati kali ya? lalu bgm ya cara ngladeni orang yg seperti itu.
Juli 27, 2010 at 4:03 am
mami…kalau diladeni dengan marah lagi…sama saja berarti kita pemarah juga…cooling down saja dahulu…lalu dgn baik-baik kita minta klarifikasi mengapa dia marah-marah…kalau tidak bisa diajak baik-baik ya diamkan saja dahulu sampai dia sadar sendiri…
Oktober 6, 2010 at 10:10 am
pa gak ada daftar pustakanya????
klu ada saya minta dong buat bahan referensi belajar saya
tq before
Oktober 6, 2010 at 9:33 pm
rudi…artikel yg berasal dari pengetahuan dan pengalaman sendiri…sialakn baca referensi tentang psikologi pengembangan…dan manajemen diri…
Oktober 7, 2010 at 8:13 am
saya sangat setuju bahwa marah itu harus dikelola dengan baik. saya jarang marah. yang sering adalah ketika ada yang dirasa mengganggu batin saya, saya menangis walau tanpa suara. Kalau sudah menangis, rasanya plong. Tetapi dengan cara ini, orang serumah sering tidak mengerti, sehingga yang menyebabkan saya marah dengan cara menangis itu tetap saja ada dan terulang. Insyaallah untuk selanjutnya saya akan banyak mempelajari komentar dan jawaban-jawaban Prof.Syafril di halaman ini, agar saya pun dapat mengelola perasaan ketika saya marah.Terimakasih..
Oktober 10, 2010 at 9:45 pm
lilis…berarti anda pun pernah marah…cuma disembunyikan lewat menangis…namun dengan demikian lingkungan akan bertanya-tanya…terutama di keluarga atau orang-orang terdekat…tak ada salahnya anda terbuka untuk menceritakannya…siapa tahu mereka bisa membantunya…semcam berbagi duka…namun yg jauh lebih penting jangan kalau marah anda simpan…tanpa ekspresi dan hanya dipendam…beberapa contoh teman saya…terlihat dari luar sepertinya tak ada masalah dan tak pernah marah…akhirnya terkena stroke…nah hemat saya mengadulah pertama kali pada Allah ketika punya emosi marah…mohon petunjuk…
November 15, 2010 at 2:54 am
saya termasuk tipikal orang yang kalau lagi marah itu dalam kurun lama…..apalagi ketika saya marah dengan seseorang awalnya saya meledak2 yampa bisa menahan diri dan lalu pada akhirnya menangis..kemudian berlanjut pada sikap saya yang diap namun penuh sesak dada ini….dan yang pasti itu berlangsung lama…..apa yang harus saya lakuakan dengan sifat saya yang seperti ini….!!!???
November 17, 2010 at 2:19 am
zahira…marah adalah manusiawi…namun akan tak proporsional kalau didiamkan dan bahkan dipelihara…lama kelamaan akan merugikan diri sendiri…sebagai penyakit hati…karena itu mulailah dari istighfar…kemudian nimbang-nimbang mana yg lebih posisitf…dan bersabarlah tanpa harus ada dendam…kalau itu terjadi maka dikhawatirkan setan akan begitu bersorak sorai karena telah berhasil menggangu kita…
Oktober 11, 2011 at 7:19 am
saya setuju dgn pendapat anda, marah penyakit hati … sebab itu manusia yg sedang marah selalu lupa pada diri kerna syaitan senantiasa menghasut kita kejalan kemusnahan…
Oktober 12, 2011 at 7:30 pm
trims okaya
Desember 18, 2010 at 1:47 am
benar pak….
tapi saya mesti giman, tyap dikantor semuanya tu suka mengejek saya, n tu tentu membuat saya marah, karena saya juga manusia, dulu sya sealu menehan diri untuk tidak marah tetapi perasaan saya sakit karena saya sering diejek oleh teman2 saya, memang saya paling muda di kru saya, tapi knapa mesti gtu
Saya mesti bagaimana pak…
Trimakasih
Desember 24, 2010 at 10:55 pm
.nurul …tak ada salahnya anda meminta klarifikasi kpd mereka yang suka mengejek anda…tunjukkan bahwa anda tidak senang dengan perilaku teman-teman itu…dan jangan lupa evaluasi diri mengapa ada orang-orang yang memerlakukan seperti itu…
Desember 22, 2010 at 11:35 am
suami saya emosinya labil dan tempramental,terus hobby selingkuh,cape….. lahir batin ,tapi saya tidak bisa marah-marah meledak,gimana caranya biar bisa marah meledak-ledak? gak enak nih jadi orang sabar, stress gak kelihatan, mau gila aja saya ini, please sarannya dong….
Desember 24, 2010 at 10:39 pm
momoy…rasa marah boleh saja dikeluarkan…tentunya yang bersangkutanlah yang paling tahu caranya…kalau rasa amarah didiamkan justru bisa menimbulkan penyakit lainnya…bukan cuma stres dan depresi…namun bisa mengganggu kerja otak dan jantung…adrenalin bisa tiba-tiba mengalir deras…dan kalau tak bisa dikendalikan dengan sabar…bisa menggangu saluran darah di jantung dan otak…berupa serangan jantung dan stroke…
Januari 28, 2011 at 7:36 am
saya sering ga bisa marah karena kalO sedang menghadapi situasi ga mengenakan, saya sering mikir 2 kaLi kaLaw ingin marah. berfikir “kaLo saya marah, nanti gimana besok kalo ketemu, pasti canggung”. saya sering berpikir kearah sana kalo mau menghadapi situasi akan marah…
tapi saya sering menyesal “kenapa saya tadi tidak marah saja”, kadang saya sering memendam perasaan seperti itu… apakah saya perlu marah atau tetap dengan kebiasaan tadi???
Januari 29, 2011 at 10:12 pm
maris…marah adalah manusiawi…boleh saja marah asalkan proporsional dan kuat alasannya…tekniknya tiap orang berbeda-beda…asalkan setelah marah dapat “rujuk” kembali….
Februari 24, 2011 at 9:03 am
pak kLo saya bleh nanya
g’mna sech buat orang tua agar tidak mrah sama kita,
dengan msalah memabawa handphone kesekolah dan ketahuan oleh guru dan guru itu minta agar orang tua nya d’panggil untuk mengambil hp nya di di sklah , apakah orang tua akan marah
dan bagaimana mereda kemarah nya…..
segera di jawab ya pak sya mhon cpat ya blas nha karna ini pnting dan harus d’slsaikan dengan lancar
karena hari jum’at 25′ februari saya mmerlukan jawaban ini
Februari 24, 2011 at 9:58 am
pak pliss d’blass saya perlu skli
Februari 25, 2011 at 12:03 am
hehehe putri..dini udah dibalas khan lewat fb…
Juli 28, 2011 at 8:51 am
saya ingin marah sama teman yg sukany ngomongin sy dbelakang.. tp bgmn carax.. sy jg ingin skl bs membalas cacian org.. tp sy cm bs diam.. pdhl kecewa bgt pgn bs bls..
Agustus 1, 2011 at 11:56 pm
marah itu musuhnya sabar bener gak sih ?
Agustus 21, 2011 at 4:56 am
indra…marah yg positif adalah marah yg beralasan dan menggunakan ilmu…sabar?…penting dan tak harus dijadikan musuh sang marah…
Agustus 2, 2011 at 12:43 am
[...] pemukul base ball kotak, R2, bawah, bawah, L1, L1 Misi komplit bawah, kotak, X, Select, R1, kiri Marah kotak, bulat, segitiga, Select, X, kiri Lari nggak cape-cape bawah,kotak,kiri,x,L1,select Pisau [...]
Agustus 11, 2011 at 4:21 pm
numpang minum, pak..
hehehe..
salam kenal..
Agustus 21, 2011 at 4:47 am
mangga hafid…salam kenal juga
November 4, 2011 at 4:47 am
Trims atas pencerahannya kadang kl ada maslah tdk terselesaikan besok lusa dst terakumulasi jd gampang tersulut…..meledaklah
November 13, 2011 at 7:25 am
ya uci…karena itu jangan menunda solusi masalah…karena bisa menimbulkan masalah baru
Mei 1, 2012 at 1:09 pm
syukron ya pak,sangat membantu ..!
Mei 13, 2012 at 12:21 am
sama-sama tari
September 28, 2012 at 3:14 am
terima kasih pak atas artikelnya, pagi ini saya marah pada suami saya karna ada sesuatu hal. utk meredakan emosi lalu saya cari2 artikel mengendalikan rasa marah dan ketemu artikel bpk. alhamdlulillah uda berkurang, karna memang saya pernah dengar “marah dipagi hari akan berlanjut sampai sore” dan saya harus menghentikannya.
Oktober 6, 2012 at 9:22 pm
sukurlah mbak shanti…semoga tetap harmonis….
Desember 2, 2012 at 1:50 pm
saya dimaki2 sama supir taxi express hari ini karena mau masuk kekosan dan 2 supir taxi tdk memberi jalan sama sekali dia ngatain saya gak punya otak didepan orang2,,,saya tadinya sudah mau mengeluarkan setruman saya tapi seperti ada yg bilang jangan tapi saya gemetaran setelah itu,saya jadi bertanya apakah tindakan saya bodoh,tidak jadi memberi pelajaran pada supir taxi td,tapi saya sudah memasukan beritanya ke suara pembaca detik.com dan tag fhoto pintu taxinya ke kompas.com dan detik.com.apakah ini termasuk angger management
Desember 26, 2012 at 12:02 am
ya imelda…itu bentuk manajemen marah…tahan emosi…dan seharusnya anda dengan baik-baik bilang pada supir itu…bahwa keberadaan mereka sangat mengganggu…kalau tidak mempan juga…apa yg anda lakukan lewat suara pembaca juga bagus…
Februari 27, 2013 at 8:20 pm
wajib wenang,,tpi hrus d tempatnya,,
Februari 27, 2013 at 8:21 pm
ya,,,oke boos