Oleh: sjafri mangkuprawira | Januari 26, 2008

SIKAP MENGHADAPI KARYAWAN YANG SULIT

Bisa jadi sebagian besar para karyawan dalam suatu perusahaan begitu senangnya bekerja, sementara sebagian  lainnya tidak. Mengapa ada yang sulit atau kurang bergairah bahkan sebagai pengganggu suasana kerja? Misalnya, sulit mengerti dan  memahami kehendak pimpinan; sulit diatur; sulit bekerjasama; sulit untuk berdisiplin; sulit bekerja rapih;dsb. Berdasarkan hal itu maka ada beberapa tipe karyawan yang tergolong sulit antara lain yang (1) pengertak atau pengganggu;(2) pengeluh ; (3) penunda pekerjaan; (4) sok mengetahui segalanya; (5) pendiam; (6)  apatis; (7) sensitif berlebihan; dan (8) manipulator.

          Namun jangan heran, dari kaca mata karyawan bisa saja mereka mengatakan yang sulit sebenarnya para manajer. Bukan kami,  ungkap mereka. Saling menyalahkan juga tercermin dari penyataan masing-masing. Sang karyawan akan mengatakan bahwa para pimpinan tidak peduli dengan kami.Yang dipikirkan mereka cuma uang,uang, dan uang. Sementara sang manajer bilang itu tidak benar. Kalau kami tidak mengejar profit kita tidak mungkin ada di perusahaan ini.Kita bakal menjadi penganggur, tambahnya.

          Kalau  terjadi saling mencurigai maka berarti ada yang salah dalam perusahaan, pribadi pimpinan, dan juga pribadi karyawan. Artinya dilihat dari sisi perusahaan dan pimpinan ada suasana kerja yang tidak menyenangkan. Apakah karena faktor gaya kepemimpinan, imbalan, atau fasilitas kerja. Sementara  dari pribadi karyawan berarti ada motivasi dan kepuasan kerja yang kurang. Kalau hal itu dibiarkan maka pada gilirannya akan menimbulkan kinerja karyawan dan perusahaan yang rendah.

          Kembali ke judul artikel ini maka bagaimana mengelola karyawan yang sulit.Pendekatan pokok yang seharusnya dilakukan adalah dalam perubahan sikap manajer untuk menghadapi karyawan.Unsur sikap manajer akan berpengaruh nyata untuk mengelola karyawan yang tergolong sulit. Untuk itu beberapa hal yang perlu dilakukan manajer antara lain adalah :

(1).Karena relatif langsung berhubungan dekat dengan karyawan maka sebaiknya manajer mengetahui dan memahami karakter karyawannya masing-masing.

(2).Menunjukkan keteladanan sebagai pimpinan dalam berbagai hal mulai dari kejujuran, kedisiplinan kerja, keadilan,tanggung jawab hingga kecakapan berkomunikasi.Kalau ini dilakukan maka rasa hormat kepada manajer akan meningkat.

(3).Menghargai pendapat, prakarsa, dan kreatifitas karyawan walau sekecil apapun. Selain itu manajer harus mampu menjadi pendengar yang baik dan penuh perhatian kalau karyawan mengemukakan suatu masalah. Hal ini untuk memberi motivasi kerja bagi para karyawan.

(4).Mampu mendelegasikan tugas kepada para karyawan untuk pekerjaan tertentu. Tindakan ini merupakan bentuk kepercayaan kepada karyawan yang dianggap mampu melaksanakannya.

(5).Menghindari timbulnya konflik dengan karyawan. Cegah adanya tekanan-tekanan psikologis dalam bentuk ancaman, provokasi, dan hukuman-hukuman tanpa alasan yang jelas  kepada karyawan. 


Tanggapan

  1. Prof,
    One of sensitive things in office is “grapevine”. I want to know your opinion regarding grapevine approaching. Thank you. :)

  2. mbak yoga; when we face grapevine we have to use the categories of the four Fs.Those are Fact : is this an indisputable fact that everyone would accept? ……Fantasy : is this someone’s opinion? ……Folklore: is this hearsay,gossip,or rumour?…… Feelings : is this someone’s institution, ego,or emotion? ……..Five tips to using them: (1) be sure of your facts and don’t present anything as a fact that isn’t a fact, (2) when you are stating an opinion,let people know that it’s your opinion.Don’t present it as a fact, (3) don’t spread folkfore;but listen to it for the insights it can provide!, (4) acknowledge and deal with feelings.Listen to hunches. Guard against ego-driven communications. And (5) when someone is teeling you something, listen carefully and ask questions to distinguish between fact, fantasy, folklore and feelings……regards

  3. Prof,
    Thank you for prompt reply. I will note that. Self filtering in communication is very important here then.

    Best Regards,
    Yoga

  4. you are very welcome mbak yoga……best regards…..sjaf…….

  5. makasih pa buat pencerahannya :)

  6. semoga bermanfaat azmeera……busana muslimnya semakin ok


Beri tanggapan

Your response:

Kategori