Bagaimana menjadi orang bijak? Tidak mudah menjelaskannya karena saya sendiri belum merasa sebagai orang bijak.Konon caranya banyak dan bisa dilihat dari berbagai prespektif antara lain:
· selalu mengevaluasi diri apa adanya (kekuatan dan kelemahan) sebelum mengevaluasi orang lain;sekaligus mau mengakui kelemahan diri kita;
· selalu memprioritaskan pengunaan sumberdaya secara optimum (tidak boros) tanpa merugikan pihak lain;
· berempati terhadap orang lain yang sedang mengalami duka atau sukacita;
· menahan emosi (bersabar dan menahan amarah) atas kritik orang lain tentang diri kita;
· menjadi pendengar dan pembicara yang baik (ucapan,bahasa tubuh,kadar emosi);
· merespon pendapat orang lain tanpa harus menyakiti orang tersebut; dan hendaknya memberi jalan keluarnya;
· berpenampilan murah senyum dan tidak kikir menghargai orang lain;sekaligus menihilkan sifat menyakiti orang lain;
· menunjukkan kerendahan hati namun tidak rendah diri kecuali di hadapan Allah;
· selalu menambah ilmu pengetahuan utamanya agama dan memanfaatkannya demi rahmatan lil alamin;
· mensyukuri apapun yang diberikan Allah kepada kita;
· mengurangi rasa kesedihan atas kehidupan yang keras; bersabar dan siap-siaplah menerima pertolongan yang segera datang dari Allah;













Wah tampilan baru nih Pa’Prof. Menjadi Bijak adalah proses perjuangan dalam perjalanan hidup kalau orang tsb berhasil memaknai perjalanan hidupnya maka orang tsb berhasil memulai untuk menjadi bijaksana.
Dalam buku Psikologi Perkembangan Elizabeth Hurlock mencantumkan ciri-ciri masa dewasa dini adalah mulai merencanakan kehidupan, kesenangan akan religi, dan mulai memasuki keinginan mencari pasangan hidup, artinya disini seorang manusia sdh memulai untuk memaknai kehidupannya dengan merencanakan kehidupannya. Tapi proses pemaknaan ini akan terhambat apabila seseorang terlalu sibuk dengan dunia, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang tanpa perenungan (muhasabah), sibuk bekerja mengejar karir tanpa ada kesempatan untuk bersosialisasi dan berbagi yang menyebabkan hati menjadi kurang berempati, Agama hanya sebagai ceremonial yang menjadikan hati kurang mensyukuri apa yang diberikan Sang Pencipta pada kita, lupa bahwa kerja keras adalah sebagai sarana tetapi Ridho Sang Pencipta adalah penentu sehingga apabila kesedihan dan kepedihan itu datang hati menjadi ikhlas bahwa ujian yg diterima adalah sarana memperkaya hati dan ilmu pasti ada hikmahnya.
Oleh: Ridwan on November 8, 2007
at 2:46 am
ya mas ridwan….menjadi orang bijak merupakan buah dari proses pembelajaran yang tak pernah berhenti…..secara ikhlas untuk mendapatridho allah…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 8, 2007
at 2:34 pm
Bagaimana menjadi orang bijak?
Jawab: Dengan menulis.
Menulis dapat membuat diri kita dapat lebih bijaksana.
Hal tsb dikatakan Pak Hernowo di bukunya, Quantum Writing, hlm 95.
Uraiannya berangkat dari “mengenal diri sendiri”. Jadi, tidak beda jauh spt hal pertama yg Prof tuliskan.
Dan lagi, mrt Aa Gym, kalo kita sibuk mencari kelemahan diri, tak akan ada peluang utk mencari keburukan orang lain guna menjatuhkannya.
Hehehe.., maaf bila ada yg salah.
Terima kasih,
Adi Nugroho
Oleh: axireaxi on November 14, 2007
at 1:23 am
benar bung adi……bijak berarti perilaku atau kemampuan dalam membedakan mana yang baik dan… mana yang benar……mulailah dari diri sendiri…itu pun ciri bijak……
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 14, 2007
at 11:52 am
makasih ya prooff… thanks alots..
Oleh: eka manti saputra on November 14, 2007
at 4:11 pm
sama-sama eka….salam
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 14, 2007
at 6:43 pm
Wah…. sepertinya sulit juga ya menjadi orang yang bijak.
Kalau saya sih mungkin tidak (belum) bisa menjadi 100% bijak karena saya hanya bisa memenuhi beberapa point di atas saja.
Atau….. mungkin saya jadi orang yang pura2 bijak saja barangkali ya?
Oleh: Yari NK on November 14, 2007
at 11:26 pm
ya mas YariNK;salah satu perilaku bijak adalah kalau kita sendiri tahu dan sadar bahwa kita memang belum menjadi orang bijak sepenuhnya….
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 15, 2007
at 9:37 am
Prof. ada 11 yaah… duuh apakah menjadi bijak itu berarti harus menempuh 11 stasiun… tapi ada yang menarik, yaitu dari jawaban di atas saya: menyadari belum bijak
Oleh: kurtubi on November 26, 2007
at 1:22 pm
[...] tidak harus tua. Artinya, sedari mudapun bisa. Banyak sudah memberikan teori misalnya seorang Profesor ahli SDM Sjafri Mangkuprawira mengemukakan 11 point menjadi bijak. Tapi pikiran nyeleneh saya mulai kambuh lagi, loh kenapa tidak [...]
Oleh: Kroyokan tidak Selamanya Jelek « SANTRI BUNTET on November 26, 2007
at 1:51 pm
mas kartubi…jangan-jangan yang saya ungkapkan tentang apa itu bijak lebih dari 11 bahkan puluhan ciri……
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 27, 2007
at 3:13 pm
ya mas kurt…..kenapa tidak…apalagi perlunya seseorang bijak adalah memang berbasis tuntunan agama……blog anda bagus
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 27, 2007
at 3:15 pm
Klo pesan dari orang tua, perlakukanlah orang lain sebagaimana memperlakukan diri sendiri, sesuatu yang menyakitkan buat diri sendiri, berarti juga akan menyakitkan buat orang lain, maka jagalah untuk selalu berbuat yang tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain
seperti pepatah siapa yang menabur angin akan menuai badai
Possitive thinking/khusnudzon seperti yang diajarkan Our Big Master, Muhammad Rasulullah saw.
Oleh: Muh Syaifudin on November 29, 2007
at 3:37 am
maksudnya,,,,,,,,
menabur angin menuai badai tuh gimana om,,,,,
Oleh: ival on November 4, 2009
at 4:10 pm
benar bung syaifudin…..itulah salah satu ciri bijak….trims
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 29, 2007
at 6:12 pm
salah satu kata bijak lainnya adalah sebagai berikut:
“Jika aku menjadi dia, pasti aku akan melakukan hal yang sama”
mengadung banyak makna, al:
1. Kita akan banyak memaklumi perbuatan orang lain, walau itu mungkin negatif.
2. Kita mencoba memposisikan diri pada diri orang lain, ya kemampuannya, kekuatannya, kepandaiannya, kondisinya dsb.
Oleh: sunartombs on Januari 5, 2009
at 9:39 pm
ya mas sunarto…….dengan kata lain tidak apriori…..tentunya dengan harapan kita memperoleh sesuatu positif dari proses pembelajaran itu……bukan sebaliknya dalam arti kita terjebak dalam perbuatan negatif……dengan lebih mampu untuk menilai mana aspek yang memiliki kekuatan dan mana sisi kelemahannya…….
Oleh: sjafri mangkuprawira on Januari 7, 2009
at 3:46 am
Smua dapat menjadi bijak apabila dihadapkn pada suatu masalah yg menuntut kita,
dan kbijakan akan membuat masalah itu dapat dihadapi,
Oleh: Widodo on Maret 23, 2009
at 12:08 pm
ya mas widodo….kalau tidak bijak…kita sendiri bakal menjadi sumber masalah…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on Maret 23, 2009
at 10:09 pm
aku ingin sekali menjadi orang yang bijak……
bijak dalam segala HAL..
Oleh: khairunnisa amaliah on Juni 8, 2009
at 1:42 pm
ya mbak amaliah…banyak jalan atau cara untuk menjadi bijak…mulailah dari yg kecil-kecil….amiin….
Oleh: sjafri mangkuprawira on Juni 9, 2009
at 11:09 pm
Indahnya menjadi rang yang bijak
Oleh: apriliawaludin on September 10, 2009
at 8:45 am
ya bung april…terpujinya orang yg bijak…
Oleh: sjafri mangkuprawira on September 11, 2009
at 9:05 pm
cing,,,,,,,,nyobaan,,,ngetes agh,,,
asup teu?
Oleh: ival on November 4, 2009
at 4:08 pm
aku pengen ,,,bener,,bener dewasa..
tapi aku susah buat jadi dewasanya,,,,,,
apa yang harus aku lakukan?
Oleh: ival on November 4, 2009
at 4:14 pm
ival…kedewasaan merupakan proses belajar jangka panjang….mulailah dari memahami konsep diri anda….analisis kelemahan dan kekuatan diri anda…dan perbanyaklah memelajari kehidupan sosial baik dari buku,pengalaman, dan kehidupan sosial….lalu cobalah terus mengubah diri…menjadi sifat dewasa….
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 6, 2009
at 10:24 pm