Anda senang berada dalam kemapanan hidup dan kehidupan? Malas dan malah tidak peduli dengan perkembangan lingkungan yang ada? Hati-hati kalau anda bersikap seperti itu. Anda seolah memandang dunia kehidupan hanyalah sempit dan terbatas pada nurani anda saja. Tidak ada kaitannya dengan nurani sebagian besar warga lingkungan sekitar. Padahal ketika berbicara sistem, anda adalah bagian sub-sistem dari entitas sosial atau bahkan bagian dari kehidupan sosial ekonomi yang lebih luas. Dan antarsub-sistem saling berkait. Misalnya dalam dunia bisnis yang penuh tantangan; pertanyaannya anda berada pada posisi mana. Kalau anda sendirian mampukah anda hidup berbisnis tanpa melakukan perubahan. Tanpa berinteraksi dalam aktifitas bisnis dengan pihak lain? Sementara pihak lain tersebut sudah terbang jauh menggapai tujuan yang berubah sesuai dengan tuntutan perubahan?.
Ketika misalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berubah (semakin maju) maka wajarlah setiap pelaku bisnis terdorong melakukan penyesuaian misi dan tujuan serta strategi bisnisnya. Mereka melihat suatu perubahan dengan penuh makna. Artinya disitu ada peluang maju. Kalau tidak, bakal ketinggalan bahkan terlindas oleh perubahan itu sendiri. Bagi mereka yang senang tantangan, perubahan diposisikan sebagai kebutuhannya. Sebagai sesuatu yang indah. Tak patut dicemaskan. Perubahan tidak dijauhi tetapi malah dinikmati. Mengapa? Karena disitu ada seni dan ilmu bagaimana perubahan dapat dikelola secara optimum. Disitu pula ada potensi kreatifitas dalam berinovasi.Walaupun sempat babak belur; naik turun performa namun sang pebisnis tersebut selalu merasa optimis.
Keindahan lainnya dari suatu perubahan dicirikan oleh kesiapan setiap pelaku bisnis dalam menghadapi resiko gagal. Seperti Henry Ford (pendiri perusahaan Ford Motor) katakan, kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih baik. Malah, Walter Wriston (mantan pemimpin umum Citicorp) melihat kehidupan merupakan proses pengaturan resiko, bukan penghapusannya. Nah ada lagi yang perlu diingatkan bagi mereka yang anti perubahan; ”jangan hanya duduk dan menunggu kesempatan yang datang….Bangkit dan ciptakanlah kesempatan itu” (Madam C.J.Walker,Pendiri Perusahaan Manufaktur). Dan ”sukses berasal dari fokus yang terus menerus pada pembaruan” (Gary Tooker, CEO Motorola).













Salam by http://pcmavrc.wordpress.com
Oleh: benbego on Oktober 30, 2007
at 8:45 pm
KEMAPANAN itu impian setiap orang Prof, tetapi justru inilah yang membuat manusia ingin memperoleh dgn jalan pintas & atau menghalalkan segala cara.
Kita contoh JEPANG, disana GAJI warga negaranya sudah terdapat Patokan terendah & tertinggi. Memang kelihatannya ini bertentangan dengan prinsip Ekonomi, bahwa dengan pengorbanan sekecil2nya mendapat untung sebesar-besarnya. Tetapi lihat saja, disana GAP antara kaya miskin hampir tdk tampak, ini karena merekan tidak memakai prinsip KEMAPANAN, tapi semangat BUSHIDO (orang akan masuk surga jiga dia bisa membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain).
ini sesuai juga dengan prinsip dalam islam bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yg lain.
Mungkin itu yang bisa dipakai sebagai SEMANGAT PERUBAHAN.
Oleh: sibermedik on Oktober 30, 2007
at 11:25 pm
terimakasih dok atas ulasannya yang berguna…..yang perlu diperhatikan kemapanan sebagai kenyamanan atau status quo tanpa peduli bahkan resisten terhadap perubahan-perubahan iklim bisnis eksternal yang begitu cepat……btw perlu dipahami “prinsip” ekonomi modern adalah dengan input (korbanan) tertentu diperoleh keuntungan maksimum atau untuk mendapat keuntungan tertentu digunakan input yang minimum……prinsip ini bisa diukur dengan menggunakan model rancangan linear (linear programming)…….salam
Oleh: sjafri mangkuprawira on Oktober 31, 2007
at 12:03 am
mas ben….salam juga
Oleh: sjafri mangkuprawira on Oktober 31, 2007
at 12:04 am
mengalami perubahan adalah suatu kepastian, seperti dari anak2 menjadi remaja terus dewasa dan menjadi tua lalu meninggal.
saya pernah membaca suatu artikel ttg perubahan dalam dunia menjadi suatu yg kita beri nama globalisasi. pd tahun 1980-an mungkin scr teknologi kita tdk berbeda jauh dengan jepang dan AS krn sektor IT pd saat itu belum begitu berkembang dan informasi merupakan nilai yang sangat mahal pada saat itu beranjak pada akhir dekade 80-an munculah Bill gates yang memporakporandakan sistem informasi dunia dengan microsoftnya yg membuat Ia menjadi multi milyarder terkaya didunia, sehingga dunia menjadi dalam suatu yg kecil dengan internetnya nah mulailah Indonesia mengalami ketertinggalan krn kekurangsiapan SDM-nya dalam proses perubahan tersebut. saya setuju dengan uraian Pa’ Prof bahwa perubahan adalah tantangan kita untuk lebih maju, dan tentunya harus dibekali dengan ilmu yang cukup agar tidak menjadi komoditi negara lain (dibodohi).
siapkan diri kita untuk mencoba berbagi ilmu kita dengan sekitarnya minimal dengan keluarga kita sendiri.
Ayo bangkitlah Indonesia
Oleh: Ridwan on Oktober 31, 2007
at 2:28 am
mas ridwan terimakasih…uraian anda bagus sekali……salam
Oleh: sjafri mangkuprawira on Oktober 31, 2007
at 11:51 am
Selamat malam pak Sjafri. Saya malah jadi berfikir begini, bukan kita yang sedang melakukan perubahan, tapi keadaan atau situasi lah yang sedang merubah kita. Kita harus mengambil tindakan yang belum pernah kita lakukan sesuai kebutuhan untuk menghadapi permasalahan yang dulu belum ada. Kita sedang bereaksi dengan hal-hal baru, tantangan-tantangan baru. Dan kita pun mencari cara-cara baru untuk menanganinya. Mau tidak mau, suka tidak suka, memang benar kata orang, di dunia ini tidak ada yang abadi. Selalu ada pergantian.
Oleh: Johan on Oktober 31, 2007
at 4:32 pm
ya benar mas johan;perubahan diri bisa karena faktor ekstrinsik/luar……lalu kita bereaksi menolak atau siap beradaptasi ikut berubah…..tapi bisa karena unsur intrinsik atau unsur di dalam karena memang diri kita bersifat dinamis…..tidak mengandalkan kemapanan atau status quo…..lalu melakukan perubahan untuk siap “berkompetisi”…..salam
Oleh: sjafri mangkuprawira on Oktober 31, 2007
at 10:37 pm
Perubahan tidak hanya djadikan sebagai sikap tapi juga senantiasa dijadikan kebiasaan..
Untuk lengkapnya Renald Khasali, dalam “Re-Code Your Change DNA”.. Sangat apik menjelaskan eforia perubahan.. Selamat membaca..:)
Oleh: si_Phemao on November 1, 2007
at 1:39 am
ya si_phemao; justru sikap merupakan fungsi dari kebiasaan……kebiasaan yang bertahun-tahun lewat internalisasi bakal berubah menjadi sikap……btw saya punya beberapa buku tentang manajemen perubahan…diantaranya ada dua buku karangan Renald Khasali……termasuk yang anda sebut itu….salam
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 1, 2007
at 3:55 am
membaca buku the lenovo affair banyak hal yg kita pelajari bahwa niat yang tulus ditambah dengan tekad yang kuat belumlah cukup tanpa adanya kesempatan.
para pendiri lenovo merupakan para insinyur komputer yang memiliki tekad ingin membuat komputer yg murah tp berkualitas dan sang pionner Liu chuanzi berjanji “saya berjanji kita akan membuat perusahaan yg sanggup menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 2 jt yuan”, padahal saat itu thn 1950-an nilai yg sangat fantastis bagi sebuah perusahaan.
setelah didukung oleh pemerintahan China hal tsb dapat direalisasikan pd tahun 2005 divisi PC IBM dibeli dan komputer lenovo sdh mendunia. Saat ini asset lenovo diseluruh dunia kurang lebih $ 13 miliar, diibaratkan lenovo saat ini adalah bagaikan ular menelan gajah, Subhanallah bagaimana dengan Indonesia, penduduk Indonesia saat ini kurang lebih 220 juta jiwa dan sangat potensial tinggal pemberdayaan dan kesempatan dari pemerintah dan para Perusahaan besar untuk mengembangkan potensi anak bangsa.
kita punya Prof. Yohannes Surya sang pencetak emas olimpiade science, Prof Sjafrie yg bersedia meluangkan waktu berbagi ilmu untuk para blogger dan kita masih banyak punya orang-orang yang berpotensi tinggal bgmn kita diberikan kesempatan menguatkan niat dan meluruskan tekad untuk BERUBAH.
Oleh: Ridwan on November 2, 2007
at 2:50 am
terimakasih mas ridwan atas ulasannya yang sangat berarti….saya belum lama ini hadir dalam pembukaan proyek kerjasama IPB dengan pihak perusahaan agribisnis Taiwan di bogor….di situ ada pilot percontohan dari hasil-hasil riset pertanian dengan mengikut sertakan khalayak petani sekitar…..nah yang menarik moto perusahaan Taiwan tsb adalah vision in action…bukan cuma punya mimpi tapi aksi nyata…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 2, 2007
at 11:36 am
Makasih kembali Pa’ Prof semoga apa yang menjadi niat dan tekad menjadi kenyataan pa’ Prof boleh suatu saat saya mampir kerumah Pa’ Prof itupun kalau tidak mengganggu.
saya ingin silaturahmi dan banyak belajar dari Pak Prof.
sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih Pak
Oleh: Ridwan on November 5, 2007
at 3:08 am
silakan bung ridwan;dengan senang hati…rumah saya jln gunung batu 81/118 Bogor. hp 0816.1810.880
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 5, 2007
at 2:58 pm