Jenis tugas yang didelegasikan dari manajer kepada karyawan lain adalah beragam bergantung pada tujuannya, sifat dari tugas, periode waktu, dan kompetensi serta kepercayaan kepada penerima tugas. Sebagai contoh, manajer mendelegasikan kepada asisten manajer mengenai tugas membuat laporan sebulan terakhir tentang penjualan produk tertentu. Namun hampir tidak mungkin manajer mendelegasikan kepada orang lain  tentang tugas memelihara  hubungan dengan klien manajer dimana   sudah lama terjalin dengan baik. Alasannya adalah tidaklah mudah mencari orang lain yang memiliki ketrampilan untuk membangun dan memelihara hubungan.  Contoh lain adalah bisa saja pendelegasian terjadi karena manajer merasa bosan dan cenderung jenuh pada tugas tertentu yang sudah terlalu lama manajer lakukan.

        Namun alasan itu jangan  dibuka di hadapan para karyawan. Kalau terbuka akibatnya akan fatal dimana para karyawan yang menerima tugas dari manajer merasa dieksploitasi. Kewibawaan manajer sendiri bakal merosot. Ada baiknya masalah kebosanan ini manajer sampaikan sendiri pada atasan untuk dilakukan pengayaan pekerjaan.

         Dalam prakteknya ada beberapa macam tugas yang dapat didelegasikan oleh manajer kepada subordinasinya yaitu (1) tugas rutin, (2) tugas yang mudah, (3) tugas yang menyita waktu, (4) tugas yang tidak mendesak, dan (5) bagian-bagian tugas yang relatif tidak begitu rumit.  Dengan demikian bobot tugas yang didelegasikan harus mempertimbangkan apakah si penerima tugas itu memiliki kompotensi atau tidak, beban pekerjaan yang berat atau tidak, punya waktu cukup atau tidak, dan didukung fasilitas atau tidak.