Ada seorang pegawai negeri Inggris yang berada di gedung, lantai 26. Tiba tiba ada yang berteriak,“Alfred…! Alfred…! anak perempuanmu mati tertabrak mobil!!”
Pegawai negeri itu kaget dan langsung melompat dari lantai 26.
Saat tubuhnya melewati lantai 14, ia baru sadar kalau ia tak punya anak perempuan.
Saat melewati lantai 5, ia baru sadar kalau ia belum menikah, apalagi punya anak perempuan.
Saat sampai tanah, ia baru ingat kalau namanya itu bukan ALFRED.
sumber: Nadya Anwar, Ketawa.com
Nah, apa yang sebenarnya terjadi pada Alfred? Emosikah? Panikkah? atau Linglungkah? Apakah kita juga pernah seperti dia walau kejadiannya tidak seekstrem itu?













Apakah pegawai negeri itu meninggal setelah jatuh di atas tanah, Prof? Bila meninggal, bagaimana kita tahu persis kejadian-kejadian pada saat melewati lanta 14, lantai 5, dan sampai tanah itu?
Oleh: mathematicse on Agustus 24, 2007
at 5:12 pm
mar math; ah namanya juga humor… saya juga tidak tahu persis…apakah dia secara fisik seperti gatot kaca atau manusia laba-laba yang gagah perkasa?
Oleh: sjafri mangkuprawira on Agustus 24, 2007
at 6:20 pm
Hahaha…, sebenarnya humornya itu lucu, Prof. Saya juga tadi ketawa, terkekeh-kekeh. Hehehe…
Cuma, setelah saya pikir-pikir, kok humornya seperti yang gak masuk akal gitu. Makanya saya tergelitik untuk mempertanyakannya (seperti pada komentar pertama).
Bukankah humor yang baik itu, humor yang jujur (seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah?).
Oleh: mathematicse on Agustus 24, 2007
at 7:37 pm
ya benar mr math; yang ini barangkali humor-humoran….tapi bisa diambil sarinya sih…jangan cepat emosional, apriori, dan panik….perlu tabayun dan sabar kalau menyikapi sesuatu….. walaupun terhadap teriakan…..
salam humor….
Oleh: sjafri mangkuprawira on Agustus 24, 2007
at 11:32 pm
Waktu udah sampai di tanah…. dia lupa kalau dia udah tewas! (hehehe….garing!)
Oleh: Yari NK on Agustus 25, 2007
at 1:18 pm
bung yariNK; nah ini nih baru lucu banget….
Oleh: sjafri mangkuprawira on Agustus 25, 2007
at 1:30 pm
aslkm..
hmmm..cerita ini lucu banget n yang saya tau ada kok kejadian2 kecil disktar kita yang seperti ini (walaupun tidak seekstrim ini…)..eeennn menurut saya,bagaimanapun ceritanya,mau dia nyata/fikitif, masuk akal/ga, lucu/garing yg pentingkan makna/pesan yg ada di cerita tersebut…
“dalam menghadapi sesuatu jangan panik dulu sebelum semuanya jelas dan pasti”…
kan sering tuh dalam keseharian kita!!!misalnya,seorang mahasiswa yang tiba2 dipanggil dosennya,,,kalo mahasiswa ini orangnya panikkan, belum menghadap tuh dosen mungkin dia dah keringat dingin duluan..tp kalo org yg g panikkan pasti dia langsung menghadap n menanyakan kenapa dia dipanggil…(kejadian temen saya waktu s1,hehehe,^_^)
wassalam…
Oleh: marwan on Agustus 28, 2007
at 4:07 am
ya bung marwan,
…..memang ada juga mahasiswa yang panikkan….melihat dan menghadap dosen selalu gugup…eeh bahkan melihat mobilnya saja udah deg-degan…membayangkan wajah sang dosennya….btw dosen juga manusia biasa….so tidak perlu panik kalau dipanggil..itu khan artinya dia punya perhatian….
Oleh: sjafri mangkuprawira on Agustus 29, 2007
at 11:21 am
menurutku si alfred dan juga “alfred-alfred lainnya” cenderung reaktif. terburu-buru, grusa grusu…. pada tataran yang lebih rumit dapat kita jumpai pada kisah nabi musa as dan nabi khidir as.
“Pelan-pelan (berhati-hati) itu adalah (ilham) dari Allah, dan terburu-buru itu adalah (ilham) dari setan” . (HR.Al Baihaqi. Syekh Al-Albani menghukumi hadits ini adalah hadits yang hasan).
Oleh: bumisegoro on Agustus 30, 2007
at 7:48 am
terimakasih mas bumi atas tambahan pencerahannya….jadi intinya kita perlu tabayun..jangan bereaksi berlebihan…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on Agustus 30, 2007
at 10:14 am