FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS

        Pernahkah Anda melihat  seseorang bekerja bagai seekor gurita? Arti kiasan semua pekerjaan dilaksanakannya. Bagai seorang super yang punya banyak tangan. Dapatkah Anda membayangkan dengan posisi seperti itu sang “superman” mengalami kesulitan dan kerumitan mengelola waktu, mentertiban administrasi kantor, dan menyelia karyawan? Mulai dari membuat ide, menampung ide orang lain, menterjemahkan ide dalam suatu rencana, dan  mengimplementasikannya? Lalu apakah pula dengan posisi pekerjaan seperti itu  serta merta sang super bakal sukses menuju tangga CEO?  Di sisi lain mungkin hanya sekedar memperoleh kebanggaan sudah dipercaya untuk menangani beragam pekerjaan? Namun dengan performa di bawah standar?

          Bisa jadi yang terbanyak dari mereka  berjalan terseok-seok akibat terlalu banyaknya pikiran dan tenaga untuk pekerjaan yang seabreg. Tidak fokus karena pikirannya bercabang-cabang. Karena itu pengetahuan tentang substansi dan jenis pekerjaannya cuma apa adanya. Ekstremnya, cuma mengetahui bidang pekerjaan sekedar kulitnya saja. Para CEO dunia, misalnya yang telah menduduki posisi puncak pada Fortune 500 hampir-hampir tidak melakukan tugas rangkap. Bahkan konon Bill Gates pun kalau sedang menikmati olahraga sepeda stasioner tidak pernah mau membaca surat-surat kantornya. Resepnya konon relatif sederhana: berfokuslah pada hal-hal yang strategis dan tepat, buatlah prioritas efektif, dan akhirnya tuailah  performa istimewa.

10 Komentar

Filed under MSDM, organisasi, Profesi dan karir

10 Respon untuk FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS

  1. firman = herry

    maaf bila melenceng dari esensi tulisanbapak ..
    tapi bagi kami yang masih muda kadang kami masih mencari “sesuatu” yang ingin kami fokuskan.. akhirnya kami mencoba dari suatu bidang ke bidang lain.. Bahkan ada yang memasuki “dunia” yang tidak disukai.. dengan alasan tidak ada pilihan..

    Ada statement dari Mario Teguh : menjadi orang berhasil adalah berhasil menyukai sesuatu yang tidak disukai orang tersebut..
    Yang mau saya tanyakan batasan kita harus pindah dari kerjaan yang tidak disukai itu sendiri pak..

    terimaksih pak

  2. sjafri mangkuprawira

    bung firman=ferry,
    mereka yang masih muda-muda memang sangat dibatasi oleh masih terbatasnya potensi diri seperti pengalaman, ability, dan keahlian….taraf minat cenderung berubah-ubah….istilahnya sedang mencari jati diri tentang minat…namun minat itu sendiri bisa dirancang dan juga bisa timbul secara alami….ia merupakan fungsi dari ability, motivasi, dan opportunity…..yang tadinya suatu pekerjaan bukan minatnya (tak disukai) namun dalam tahap berikutnya bertumbuh jadi minat karena terjadi proses pembelajaran, dan meningkatnya motivasi serta ada peluang,….jadi sah-sah saja para pemula untuk tidak harus fokus pada satu bidang saja….nah dalam artikel saya yang dimaksud fokus adalah dalam waktu dan ruang yang sama seseorang menggaet pekerjaan yang numpuk pada dirinya saja…jelas itu tidak efisien dalam koordinasi dan pengendalian kerja serta pencapaian kinerja maksimum….
    salam fokus

  3. yossi

    pak terkadang kalau kita terfokus pada suatu pekerjaan itu bisa menimbulkan rasa jenuh. dan ingin melakukan kegiatan yang lain. apakah itu salah?
    terus terkadang ada tipical orang yang suka berpetualang, dalam artian menjelajahi semua pekerjaan yang mampu untuk ereka kerjakan. bagaimana dengan hal itu?
    cara untuk memfokuskan diri ke salah satu bidang itu gimana pak?kan kita sekarang ini dituntut untuk selalu serba bisa.

  4. sjafri mangkuprawira

    ya benar,yossi; variasi kegiatan sangat diperlukan untuk menambah horison kehidupan dan ilmu pengetahuan…namun ketika kita akan melaksanakan tugas utama sebaiknya fokus…sementara kegiatan lain bisa dikelompokkan sebagai unsur komplementer atau suplementer…..nah agar bisa fokus sangat dianjurkan setiap kita harus mampu memiliki road map(rencana gambaran input-proses-output-plus skedul waktu) dari kegiatan kita dalam bidang tertentu…dalam prosesnya, pemikiran dan perhatian kita dominan dipusatkan pada kegiatan di bidang kita tanpa tentunya meninggalkan kegiatan lainnya yang mendukung….

  5. bicara tentang fokus ya? bagi saya, hal yang utama bukanlah “memaksakan” kita harus FOKUS, tapi cari dulu HASRAT kita yang paling Tinggi!, ketika kita mengerjakan sesuatu yang menjadi Hasrat kita itulah, kemampuan untuk fokus akan muncul secara alami. coba masih ingat ga, ketika kita pertama kali menemukan belahan jiwa kita?apakah kita “harus memaksakan” untuk fokus?kan ga, setiap hari kita selalu ingn menyngkan pasangan jiwa kita, semua itu tidak dibutuhkan “usaha keras atau fokus” krn fokus itu muncul dari sebuah hasrat yang besar akan sesuatu yang kt kerjaka?, kakak saya baru hamil anak pertama, dari bulan pertama sampai bulan ke 7, beliau tidak pernah capai untuk membicarakan tentang calon anaknya, kakak saya tanpa harus diperntah pun, mau untuk membaca hal2 yg berkaitan dengan kelahiran, sharing dng orang yg sudah melahirkan, dsb. ketika kita menemukan hasrat kita misalnya di bidang komputer, bagi orang lain mungkin bertanya kok kta bisa seharian di depan komptr, bisa tahan ya.?itulah kekuatan dari hasrat!

  6. adi

    Ass. pak Sjafrie
    saya tergelitik dengan tulisan fokus fokus and fokus.. saya masih 28 tahun dan sangat menikmati (belajar ) dari beragam kegiatan. saya seorang dosen, puket III sebuah PT swasta, koordinator psikososial sebuah lembaga seprovinsi, juga mempunyai beberapa usaha dalam waktu yang bersamaan. alhamdulillah, saya merasa, juga pengakuan dari pihak2 terkait tugas saya, mereka cukup puas dan tidak ada komplain yang tidak bisa saya selesaikan… hingga saya pun dapat beasiswa ambil pasca sarjana segala, Allahu akbar.. bahkan saya sekarang sangat berniat belajar menjadi seorang suami, jika telah saya temukan dan yakini calon pendamping saya..
    saya kira fokus seperti contoh Bill Gates tadi adalah berkonsentrasi pada suatu hal demi hasil optimal, pada suatu waktu. kalau ia tidak berkonsentrasi, bisa saja kan ia terpeleset trus cidera yang malah akan mengacaukan semua pekerjaannya. menurut pandangan saya, pada kenyataannya kita tidak mungkin hanya akan fokus pada satu hal. misal kita punya kerjaan, keluarga, dan berbagai permasalahan hidup yang secara bersamaan ada. maksud saya adalah fokus bukan berarti hanya mau menjalani (belajar) satu kegiatan saja, namun lebih memprioritaskan fikiran, perasaan dan fisik kita dalam menghadapai yang memang paling tepat dihadapi waktu itu. saya pikir, seorang yang sukses dalam beragam hal lebih hebat daripada yang sukses dalam satu hal saja…
    untuk memenuhi itu maka dalam diri kita dituntut kehandalan misal : kemampuan fisik, emosional, komunikasi, daya pikir analitis, kemampuan strategis, mungkin secara singkat : meningkatkan potensi diri dan tentu kemampuan manajemen yang baik. dan saya sekarang masih belajar…
    mohon komentar dan masukannya,

    wass.
    adi

  7. sjafri mangkuprawira

    benar bung martin……tak mungkin ada fokus tanpa adanya hasrat……

  8. sjafri mangkuprawira

    bung adi….terimakasih tambahan ulasannya yang bagus……benar fokus jangan diartikan sebagai sesuatu yang kaku….intinya adalah mengerjakan sesuatu harus terkonsentrasi……termasuk kalau ingin meraih suatu impian atau cita-cita tertentu ya harus fokus…..namun bukan berarti tidak harus mengerjakan hal lainnya……selamat berfokus cari pasangan……sukses…

  9. Ping-balik: FOKUS, FOKUS, DAN FOKUS: Kunci Kesuksesan Manager | Indosdm.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s