<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: “ONE MAN SHOW”</title>
	<atom:link href="http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/</link>
	<description>Catatan tentang Manajemen SDM dan Mutu SDM</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Dec 2009 22:07:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-863</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 05:57:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-863</guid>
		<description>terimakasih aurik atas tambahan pengetahuannya yang bermanfaat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih aurik atas tambahan pengetahuannya yang bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-862</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 05:54:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-862</guid>
		<description>ya mbak desy,seharusnya yang terpenting bagaimana dengan pendekatan manajemen partnership (bukan one women show) target atau kinerja bisnis bisa tercapai...intinya pengertian organisasi itu kan ada elemen koordinasinya ya..juga ada pemberian otonomi kepada subordinasi sebagai bentuk trust...tidak kerja sendirian...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya mbak desy,seharusnya yang terpenting bagaimana dengan pendekatan manajemen partnership (bukan one women show) target atau kinerja bisnis bisa tercapai&#8230;intinya pengertian organisasi itu kan ada elemen koordinasinya ya..juga ada pemberian otonomi kepada subordinasi sebagai bentuk trust&#8230;tidak kerja sendirian&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Desy</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-861</link>
		<dc:creator>Desy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 05:28:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-861</guid>
		<description>salam kenal pak, saya tertarik dgn topik yg bpk angkat.kebetulan saya pernah bekerja di perusahaan dgn sistem &quot;one man show&quot; (tepatnya one woman show)dan sangat mengganggu beberapa dr kami dalam menentukan keputusan dalam bekerja, krn smua keputusan direksi bahkan staf, smua hrs di setujui beliau, meski terkadang merupakan otoritas masing-masing divisi untuk menentukan keputusan. jika melihat kinerja penjualan, luar biasa di atas target, tp mayoritas bawahan bekerja seperti robot!maaf jd panjang, just sharing....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal pak, saya tertarik dgn topik yg bpk angkat.kebetulan saya pernah bekerja di perusahaan dgn sistem &#8220;one man show&#8221; (tepatnya one woman show)dan sangat mengganggu beberapa dr kami dalam menentukan keputusan dalam bekerja, krn smua keputusan direksi bahkan staf, smua hrs di setujui beliau, meski terkadang merupakan otoritas masing-masing divisi untuk menentukan keputusan. jika melihat kinerja penjualan, luar biasa di atas target, tp mayoritas bawahan bekerja seperti robot!maaf jd panjang, just sharing&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aurik</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-825</link>
		<dc:creator>Aurik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2007 02:51:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-825</guid>
		<description>Prof, saya kira banyak argumen yang mampu menggugurkan pernyataan bahwa one man show is the right choice. Ditinjau dari perilaku dan kompetensi pegawai, saya kira perusahaan dengan one man show tidak cocok untuk pegawai dengan kompetensi achievement tinggi, suatu kompetensi yang dituntut ada dalam diri pegawai tuk perusahaan dalam tingkat persaingan tinggi dan lingkungan yang uncertainty. Pegawai tidak mungkin seorang yang sudah masuk di level self actualization-nya Maslow. Tipe ini cocok bagi pegawai dengan kebutuhan direction yang tinggi..&#039;manut-manut&#039; dan suka ngomong &#039;inggih&#039; (inggih2 tapi mboten kepanggih, he..he..).
Salam,
-aurik-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Prof, saya kira banyak argumen yang mampu menggugurkan pernyataan bahwa one man show is the right choice. Ditinjau dari perilaku dan kompetensi pegawai, saya kira perusahaan dengan one man show tidak cocok untuk pegawai dengan kompetensi achievement tinggi, suatu kompetensi yang dituntut ada dalam diri pegawai tuk perusahaan dalam tingkat persaingan tinggi dan lingkungan yang uncertainty. Pegawai tidak mungkin seorang yang sudah masuk di level self actualization-nya Maslow. Tipe ini cocok bagi pegawai dengan kebutuhan direction yang tinggi..&#8217;manut-manut&#8217; dan suka ngomong &#8216;inggih&#8217; (inggih2 tapi mboten kepanggih, he..he..).<br />
Salam,<br />
-aurik-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-815</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 11:30:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-815</guid>
		<description>mas passya...trims untuk pendapatnya yang menarik...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas passya&#8230;trims untuk pendapatnya yang menarik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: passya</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-813</link>
		<dc:creator>passya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 11:13:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-813</guid>
		<description>one man show bagus jika memang  &#039;the right man in the right place&#039;. cuma, bagaimana jika perusahaan tersebut suatu ketika kehilangan &#039;the valuable man&#039; tsb ?
saya kira semua keputusan strategis harus dibicarakan dan diputuskan bersama. jika memang dead lock, disitulah dibutuhkan intuisi seorang pemimpin tanpa harus bersikap &#039;one man show&#039;
menurut saya lho... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>one man show bagus jika memang  &#8216;the right man in the right place&#8217;. cuma, bagaimana jika perusahaan tersebut suatu ketika kehilangan &#8216;the valuable man&#8217; tsb ?<br />
saya kira semua keputusan strategis harus dibicarakan dan diputuskan bersama. jika memang dead lock, disitulah dibutuhkan intuisi seorang pemimpin tanpa harus bersikap &#8216;one man show&#8217;<br />
menurut saya lho&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-807</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 10:27:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-807</guid>
		<description>bung YariNK;terimakasih atas tambahan info pengetahuannya yang bermanfaat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bung YariNK;terimakasih atas tambahan info pengetahuannya yang bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-806</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 10:26:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-806</guid>
		<description>Maaf mas muda,jawaban saya terdahulu telah membuat anda pusing. Maaf yang kedua, saya belum memiliki referensi atau hasil penelitian tentang hubungan jenis bisnis dengan tingkat kecocokan kepemimpinan one man show. Setahu saya tidak ada yang standar.  Antarbisnis memiliki keragaman kompleksitas struktur organisasi dan system manajemen  masing-masing; dari bisnis keluarga sampai bisnis atau perusahaan terbuka. Dari bisnis domestik sampai multinasional bahkan aliansi internasional..Dari bisnis jasa perorangan seperti penulis, pengarang lagu, penulis skenario film dan sinetron, perias pengantin sampai bisnis  jasa yang menggunakan struktur organisasi lebih rumit dan jumlah karyawan yang banyak dengan spesialisasi tertentu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf mas muda,jawaban saya terdahulu telah membuat anda pusing. Maaf yang kedua, saya belum memiliki referensi atau hasil penelitian tentang hubungan jenis bisnis dengan tingkat kecocokan kepemimpinan one man show. Setahu saya tidak ada yang standar.  Antarbisnis memiliki keragaman kompleksitas struktur organisasi dan system manajemen  masing-masing; dari bisnis keluarga sampai bisnis atau perusahaan terbuka. Dari bisnis domestik sampai multinasional bahkan aliansi internasional..Dari bisnis jasa perorangan seperti penulis, pengarang lagu, penulis skenario film dan sinetron, perias pengantin sampai bisnis  jasa yang menggunakan struktur organisasi lebih rumit dan jumlah karyawan yang banyak dengan spesialisasi tertentu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yari NK</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-800</link>
		<dc:creator>Yari NK</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 03:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-800</guid>
		<description>Saya rasa &lt;i&gt;absolute one-man show&lt;/i&gt; mungkin hanya efektif diterapkan pada perusahaan &lt;i&gt;sole proprietorship&lt;/i&gt; di mana perusahaan memang milik pribadi, juga struktur perusahaan juga tidak begitu kompleks, dan mungkin perusahaan &#039;belum dapat&#039; menjaring kualitas SDM yang terbaik di perusahaannya. Namun dengan berkembangnya perusahaan menjadi sebuah perusahaan menjadi sebuah &lt;i&gt;partnership&lt;/i&gt; apalagi menjadi sebuah &lt;i&gt;full-fledged corporation&lt;/i&gt; yang mengakibatkan semakin kompleksnya struktur perusahaan dan semakin kompleksnya transaksi perusahaan tentu &lt;i&gt;one-man direction&lt;/i&gt; menjadi sangat tidak efektif karena hampir tidak mungkin seseorang dapat menangani semua problematika yang ada di perusahaan. Pada saat inilah ia harus mendelegasikan kewenangannya kepada orang2 yang mempunyai profesionalitas yang tinggi untuk mencapai keefektifan operasional.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya rasa <i>absolute one-man show</i> mungkin hanya efektif diterapkan pada perusahaan <i>sole proprietorship</i> di mana perusahaan memang milik pribadi, juga struktur perusahaan juga tidak begitu kompleks, dan mungkin perusahaan &#8216;belum dapat&#8217; menjaring kualitas SDM yang terbaik di perusahaannya. Namun dengan berkembangnya perusahaan menjadi sebuah perusahaan menjadi sebuah <i>partnership</i> apalagi menjadi sebuah <i>full-fledged corporation</i> yang mengakibatkan semakin kompleksnya struktur perusahaan dan semakin kompleksnya transaksi perusahaan tentu <i>one-man direction</i> menjadi sangat tidak efektif karena hampir tidak mungkin seseorang dapat menangani semua problematika yang ada di perusahaan. Pada saat inilah ia harus mendelegasikan kewenangannya kepada orang2 yang mempunyai profesionalitas yang tinggi untuk mencapai keefektifan operasional.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mudakarya</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-799</link>
		<dc:creator>mudakarya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 01:46:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/%e2%80%9cone-man-show%e2%80%9d/#comment-799</guid>
		<description>&lt;blockquote cite=&quot;intinya kepemimpinan yang luwes bergantung pada dimensi lingkup ukuran organisasi,lingkup tugas dan masalah,jumlah karyawan,waktu,ruang,dan derajat emergensi,….namun harus diingat ketika memimpin organisasi..sekecil apapun…pasti disitu ada koordinasi..pasti ada pengarahan dan pengendalian&quot;&gt;
Wah, mendengar kalimat di atas saya kok sedikit pusing, hehe, soalnya bahasanya pake bahasa yang Dosen bangeet. hehe. Udah lama nggak nggak deket-deket kampus setelah lulus jadi kurang ngeh kalau pake bahasa yang berat-berat. hehe
Saya mau tanya pak, apakah ada tingkat kecocokan tertentu antara beberapa bidang bisnis dengan model kepemimpinan one man show ini. Misalnya bisnis X cocok sekali pake gaya kepemimpinan ini adapun bisnis Y tidak cocok dengan tipe kepemimpinan ini. Pernahkan ada penelitian seperti  ini?
Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote cite="intinya kepemimpinan yang luwes bergantung pada dimensi lingkup ukuran organisasi,lingkup tugas dan masalah,jumlah karyawan,waktu,ruang,dan derajat emergensi,….namun harus diingat ketika memimpin organisasi..sekecil apapun…pasti disitu ada koordinasi..pasti ada pengarahan dan pengendalian"><p>
Wah, mendengar kalimat di atas saya kok sedikit pusing, hehe, soalnya bahasanya pake bahasa yang Dosen bangeet. hehe. Udah lama nggak nggak deket-deket kampus setelah lulus jadi kurang ngeh kalau pake bahasa yang berat-berat. hehe<br />
Saya mau tanya pak, apakah ada tingkat kecocokan tertentu antara beberapa bidang bisnis dengan model kepemimpinan one man show ini. Misalnya bisnis X cocok sekali pake gaya kepemimpinan ini adapun bisnis Y tidak cocok dengan tipe kepemimpinan ini. Pernahkan ada penelitian seperti  ini?<br />
Terimakasih.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
