Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya peyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah diserap dan dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibanding hanya diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.
DENGAN MENDENGAR BISA CEPAT LUPA,
DENGAN MELIHAT TUMBUH KEPERCAYAAN,
DENGAN BERBUAT CEPAT MENGINGAT.
Hasil studi tentang perilaku bisnis di kalangan eksekutif menunjukkan fakta bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan unsur pokok di antara berbagai faktor personal yang diperlukan untuk mempromosikan menejemen organisasi atau mengatasi konflik menejemen (Boove and Thill, 2002). Dengan kata lain, kemampuan berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salahsatu ciri mutu SDM karyawan. Istilahnya, komunikasi efektif dalam suatu organisasi dapat diumpamakan seperti darah dalam tubuh dan kunci kesuksesan.
Dengan kata lain, tanpa komunikasi suatu organisasi tidak dapat berfungsi optimal. Pertanyaannya adalah mengapa? Jawabannya ialah karena organisasi merupakan kumpulan orang yang memerlukan jasa komunikasi untuk meraih kesuksesan berorganisasi. Kegiatan komunikasi ini mencakup proses berinteraksi-mereaksi, tukar menukar informasi atau gagasan atau rencana, mengusulkan, mengkordinasi, dan membuat keputusan.
Juli 4, 2007 at 6:37 pm
Prof Sjafri,
Ada mazhab yang menyatakan keberhasilan berkomunikasi ditentukan oleh metode komunikasi yang kreatif.
Menurut Runzheimer International, sebuah perusahaan konsultansi di Amerika Serikat, rata-rata seorang manager disana menghabiskan 80% waktunya dengan berkomunikasi, yaitu: 10% untuk menulis, 15% untuk membaca, 25% untuk mendengar, dan 30% untuk berbicara.
Survey tahun 2000 dalam laporan Pitney Bowes (Chicago Tribune, 22 Oktober 2000), melaporkan rata-rata setiap pekerja di AS menangani 204 pesan per hari, seperti panggilan telepon, faks, voice mails, e-mail, surat, hingga Post-it® notes.
Menurut Nancy Stern, Presiden dan pemilik Communication Plus, komunikasi yang benar bukanlah hanya sekedar bertukar pembicaraan. Komunikasi adalah pemindahan makna dengan terciptanya pemahaman tanpa penghakiman. Ada tiga pertanyaan yang harus dijawab ketika kita ingin meng-komunikasikan hal-hal yang penting:
1. Apakah informasi disampaikan dengan jelas dan akurat? Dalam komunikasi bisnis, dimana banyak hal-hal yang sangat penting, maka wajar kalau banyak “informasi biasa” yang diabaikan, tertumpuk di meja, atau dibuang begitu saja ketika orang-orang yang menangani pekerjaan ini sampai pada tingkat kebosanan yang memprihatinkan.
2. Bagaimana informasi itu menyen-tuh perasaan orang yang me-nerimanya ? Ini adalah sisi manusiawi dari komunikasi. Apa yang terlihat pada pesan itu, seperti nada bicara, gaya tulisan dan pilihan kata-kata yang dipergunakan, secara keseluruhan dapat menyebabkan proses komunikasi berhasil atau gagal. Jika kita ingin “menjual” sesuatu kepada seseorang, kita perlu menciptakan perhatian dan simpati, suatu hubungan saling percaya guna merangkul mereka ke arah kita. Sebagai contoh, lihatlah iklan kondom “meong” di televisi yang dapat mempengaruhi orang untuk membeli produk itu. Contoh lainnya adalah saat kita melakukan exit interview. Rubahlah pertanyaan “Kenapa kamu berhenti?” menjadi “Kenapa kamu tidak bertahan disini?” Hanya sedikit perbedaan dalam kata-kata, tetapi dapat membuat fokus jawaban para karyawan menjadi sangat berbeda.
3. Apakah informasi itu mengejutkan penerimanya atau mendapat perhatian dari mereka? Ini adalah hal terpenting dalam komunikasi yang sangat kritis karena hal ini akan menjamin isi pesan diterima dengan baik. Sejujurnya, kita tidak bisa melakukan hal ini dalam setiap komunikasi. Tetapi, sekali kita berhasil melakukannya secara kreatif, orang akan terus mengingat isi pesan itu dalam waktu yang lama. Sebagai contoh, bukankah kita selalu teringat pada beberapa iklan televisi yang sampai sekarang tetap kita ingat karena berhasil “mencuri” perhatian kita. Iklan kondom “meong”, kacang atom “OK bang-get”, dan perilaku rekan saya yang ingin mencampur bensin dengan “Irex” karena bosan mobilnya terus-terusan ngadat, adalah contoh proses komunikasi yang bertahan dalam benak kita karena mendapat persepsi yang sangat kuat.
Salam dan terus menulis Prof.
Iyung Pahan
Juli 4, 2007 at 7:07 pm
Hatur nuhun bung Ayung,yang telah memperkaya artikel saya.
salam
November 26, 2007 at 4:29 am
tulisan yang menarik,,,terima kasih atas ilmunya,,,
November 27, 2007 at 3:22 pm
semoga bermanfaat kries…..
Juni 22, 2008 at 1:33 pm
kenapa bapak bisa membuat goyang dunia perkebunan kelapa sawit pak?saya banyak mendengar nama bapak sekarang tersohor dan ditakuti oleh bbrp owner/ceo perkebunan sawit di indonesia.
banyak yang masih penasaran ttg bapak sampai sekarang bahkan saya sendiri selaku seniman kelapa sawit,gebrakan bapak bukan karena ada latar belakng kekecewaan dgn AA group bukan?
semoga sukses terus pak bersama BT
Juni 22, 2008 at 6:34 pm
maaf bung purba…..saya tidak paham siapa yang anda maksud….saya tidak pernah merasa membuat goyang dunia perkebunan kelapa sawit…..bahkan komoditi itu bukan minat atau bidang perhatian saya dan tidak pernah membuat tulisan tentang kelapa sawit…….apalagi ada kekecewaan dengan AA group…..dan tak tahu apa itu BT….salam
November 9, 2008 at 2:14 pm
[...] KEBERHASILAN KOMUNIKASI BISNIS [...]
Mei 9, 2011 at 12:56 am
[...] 3) Mempermudah upaya umpan balik antara si Pengirim dan si penerima pesan KEBERHASILAN KOMUNIKASI BISNIS [...]
April 26, 2012 at 12:40 am
[...] I. Keberhasilan Komunikasi Bisnis [...]
Mei 13, 2012 at 12:23 am
ok
Juli 24, 2012 at 5:18 pm
[...] I. Keberhasilan Komunikasi Bisnis [...]
Januari 20, 2013 at 5:19 pm
[...] proses komunikasi 3. Mempermudah upaya umpan balik antara si Pengirim dan si penerima pesan KEBERHASILAN KOMUNIKASI BISNIS Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh [...]
Maret 10, 2013 at 2:49 am
[...] proses komunikasi 3. Mempermudah upaya umpan balik antara si Pengirim dan si penerima pesan KEBERHASILAN KOMUNIKASI BISNIS Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh [...]