Sudah diketahui umum bahwa ucapan seorang pemimpin (Amir) dalam rejim pemerintahan otoriter atau monarki absolut cenderung sebagai perintah dan tidak dapat ditolak. Kalau ada yang membangkang siap-siap saja bakal dihukum berat. Sangat beda dibanding di negara demokrasi. Berikut contoh dalam humor sufi yang saya kutip dari, Republika Online (Jumat, 17 Oktober 2003).
Suatu ketika, Amir kota membacakan sebuah syair yang digubahnya dan meminta pendapat Bahlul. “Aku tidak menyukainya,” sahut Bahlul dengan polosnya. Amir pun marah dan memerintahkan agar Bahlul dijebloskan ke dalam penjara. Minggu berikutnya sang Amir memanggil Bahlul dan membacakan lagi syairnya yang lain di hadapannya. “Bagaimana dengan yang ini?” tanyanya. Bahlul segera bangkit berdiri.”Hendak ke mana kamu?” tanya sang Amir. “Ke penjara,” jawab Bahlul.
Diadaptasi dari Tb.Sjafri Mangkuprawira, 2007, Coretan Seorang Dosen:Rona Wajah,IPB Press.













Pendaftaran Top-Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Silahkan daftarkan postingan Anda pada kategori yang sesuai. Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/
Oleh: M Shodiq Mustika on Juli 5, 2007
at 11:29 pm
saya berpendapat seharusnya orang lainlah yang menilai derajad top postingnya….bukan blogger bersangkutan…. di sisi lain, apa perlu top-top-an,kalau semata-mata semuanya untuk mengharap ridha Allah? terimakasih atas undangannya….
salam posting
Oleh: Sjafri Mangkuprawira on Juli 6, 2007
at 12:30 am