Mengapa produktivitas kerja SDM Indonesia tergolong rendah di ASEAN atau cuma sekitar dua pertiganya ketimbang SDM Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina? Apakah terkait dengan budaya kerjanya? Budaya kerja merupakan sistem nilai, persepsi, perilaku dan keyakinan yang dianut oleh tiap individu karyawan dan kelompok karyawan tentang makna kerja dan refleksinya dalam kegiatan mencapai tujuan organisasi dan individual. Kalau dalam suatu perusahaan maka tujuannya tercermin dalam nuansa mencapai profit yang maksimum. Sementara dari sisi individu adalah mencapai kinerja maksimum untuk meraih kepuasan (utility) yang maksimum.
Budaya kerja diturunkan dari budaya organisasi. Budaya organisasi itu sendiri merupakan sistem nilai yang mengandung cita-cita organisasi sebagai sistem internal dan sistem eksternal sosial. Hal itu tercermin dari isi visi, misi dan tujuan organisasi. Dengan kata lain, seharusnya setiap organisasi termasuk para anggotanya memiliki impian atau cita-cita. Setiap anggota memiliki identitas budaya tertentu dalam organisasinya. Dalam perusahaan dikenal sebagai budaya korporat dimana di dalamnya terdapat budaya kerja.
Seperti dalam suatu perusahaan, cita-cita (visi) sebagai identitas organisasi, misalnya menjadikan dirinya sebagai bisnis terkemuka dengan ciri-ciri berdaya inovasi tinggi, pionir dalam bidangnya, penggunaan teknologi dan sumberdaya manusia yang tangguh, mampu beradaptasi pada lingkungan global termasuk berperan di dalam peningkatan kesejahteraan lingkungan. Untuk mencapai itu maka posisi mutu SDM karyawan menjadi sangat penting karena karyawan adalah pemeran utama dan bukan yang lain. Karena itu, dalam bekerja maka setiap karyawan hendaknya memiliki cita-cita yang berupa kehendak mengenai sesuatu yang ingin dituju dan dicapai. Sebagai tujuan antara misalnya dapat berbentuk keinginan untuk memperoleh status sosial, pengembangan karir, dan memperoleh kompensasi; Sedang sebagai tujuan akhir adalah keinginan untuk mencapai kesejahteraan sosial ekonomi yang maksimum bagi diri dan keluarganya.
Untuk mencapai cita-cita yang dikehendaki maka tiap karyawan perlu mengoptimumkan mutu sumberdayanya. Bentuk ukuran SDM karyawan yang optimum yaitu produktivitas kerja yang maksimum. Dalam konteks budaya kerja, produktivitas tidak dipandang hanya dari ukuran fisik tetapi juga dari ukuran produk sistem nilai. Karyawan unggul menilai produktivitas atau produktif adalah sikap mental: Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada sekarang. Jadi kalau seorang karyawan bekerja, dia akan selalu berorientasi pada ukuran nilai produktivitas atau minimal sama dengan standar kinerja perusahaan. Dengan kata lain, bekerja produktif sudah merupakan panggilan jiwa dan disemangati dengan amanah atau komitmen tinggi sehingga menjadi bagian dari etos kerja keseharian (terinternalisasi): Tanpa diinstruksikan atasan karyawan seperti ini akan bertindak produktif. Inilah yang disebut sebagai budaya kerja.
Aktualisasi budaya kerja produktif sebagai ukuran sistem nilai mengandung komponen-komponen yang dimiliki seorang karyawan (Moeljono, 2004) yakni: (1) pemahaman substansi dasar tentang makna bekerja, (2) sikap terhadap pekerjaan dan lingkungan pekerjaan, (3) perilaku ketika bekerja, (4) etos kerja, (5) sikap terhadap waktu, dan (6) cara atau alat yang digunakan untuk bekerja. Semakin positif nilai komponen-komponen budaya tersebut dimiliki oleh seorang karyawan maka akan semakin tinggi kinerjanya, ceteris paribus. Agar budaya kerja dapat tumbuhkembang dengan subur di kalangan karyawan dan staf maka dibutuhkan pendekatan-pendekatan melalui tindakan manajemen puncak dan proses sosialisasi.
(1) Tindakan manajemen puncak
· Apa yang dikatakan manajemen puncak akan menjadi panutan karyawan.
· Bagaimana manajemen puncak berperilaku akan menunjukkan karyawan bersikap dalam berkomunikasi dan berprestasi untuk mencapai standar kinerja perusahaan.
· Bagaimana manajemen puncak menegakkan norma-norma kerja akan menumbuhkan integritas dan komitmen karyawan yang tinggi.
· Imbalan dan hukuman yang diberikan manajemen puncak akan memacu karyawan untuk meningkatkan semangat dan disiplin kerja.
(2) Proses sosialisasi
Proses sosialisasi dilakukan dalam bentuk advokasi bagi karyawan baru untuk penyesuaian diri dengan budaya organisasi. Sosialisasi dilakukan ketika mereka sedang dalam tahap penyeleksian atau prakedatangan. Tiap calon karyawan mengikuti pembelajaran sebelum diterima. Setelah diterima para karyawan baru melihat kondisi organisasi sebenarnya dan menganalisis harapan-kenyataan, antara lain lewat proses orientasi kerja. Pada tahap ini para karyawan berada dalam tahap “perjuangan” untuk menentukan keputusan apakah sudah siap menjadi anggota sistem sosial perusahaan, ragu-ragu ataukah mengundurkan diri. Ketika karyawan sudah memutuskan untuk terus bekerja, namun proses perubahan relatif masih membutuhkan waktu yang lama maka tiap karyawan perlu difasilitasi dengan pelatihan dan pengembangan diri secara terencana. Dalam hal ini, karyawan harus membuktikan kemampuan diri dalam penguasaan keterampilan kerja yang disesuaikan dengan peran dan nilai serta norma yang berlaku dalam kelompok kerjanya sampai mencapai tahap metamorfosis. Secara keseluruhan keberhasilan proses sosialisasi akan sampai pada tahap internalisasi yang diukur dari (1) produktivitas kerja, (2) komitmen pada tujuan organisasi, dan (3) kebersamaan dalam organisasi.
Hasil penelitian Harvard Business School (Kotter dan Heskett,1992) dalam Moeljono (2004), menunjukkan bahwa budaya korporat mempunyai dampak kuat terhadap prestasi kerja suatu organisasi. Ada empat alasan mengapa pengaruh itu terjadi:
(1) Budaya korporat mempunyai dampak nyata pada prestasi kerja ekonomi perusahaan dalam jangka panjang.
(2) Budaya korporat bahkan mungkin merupakan faktor yang lebih penting di dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan dalam dekade mendatang.
(3) Budaya korporat yang menghambat prestasi keuangan yang kokoh dalam jangka panjang adalah tidak jarang juga ditemukan; Budaya itu berkembang dengan mudah dan bahkan dalam perusahaan yang penuh dengan orang yang bijak dan cerdas.
(4) Walaupun sulit diubah, budaya korporat dapat dibuat untuk lebih meningkatkan prestasi.
Diadaptasi dari Tb.Sjafri Mangkuprawira dan Aida Vitayala Hubeis, 2007, Manajemen Mutu SDM, PT Ghalia Indonesia.













Saya pernah buat posting tentang budaya kerja yang pernah saya dapatkan disebuah pelatihan
Bagus nanda Arul.Bagi-bagi dong materi budaya kerjanya….tks,… bravo…
salam
Prof, sebenarnya budaya kerja kita yang ‘aduhai’ ini dipengaruhi atau diwariskan oleh siapa atau apa sih? Apakah dipengaruhi oleh sifat-sifat leluhur/pendahulu kita? Moso sih, leluhur-leluhur kita mempunyai budaya kerja yang sedemikian buruknya sehingga ‘memalukan’ anak cucunya saat ini? Atau mungkin budaya kerja kita sekarang adalah warisan kolonial di mana kita dulu ‘dibodohi’ oleh orang2 Belanda? Yang jelas kita tak mencontoh budaya kerja orang2 Belanda ya? Sebab kalau iya pasti minimal negara kita sudah semaju Belanda! Atau, budaya kerja kita dipengaruhi oleh banyak faktor? Lha, bukannya budaya kerja di negara-negara lain juga begitu? Wah, pusing juga deh!
bung yariNK,
Maaf saya belum mempelajari apakah budaya kerja kita merupakan derivasi dari sifat-sifat leluhur kita. Bahkan yang masih menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya sifat-sifat dari budaya kerja bangsa Indonesia. Apakah dicerminkan oleh perilaku malas, tidak disiplin, daya juang kendor, terbuai oleh lagu “rayuan kelapa”, dsb. Belum ada penelitian yang mendalam tentang itu.Namun kemajuan bangsa tidak semata-mata dipengaruhi budayanya tetapi antara lain juga oleh akses-akses pendidikan, investasi, teknologi, dan akses informasi. Budaya bukanlah barang mati.Ia bisa berubah walaupun secara gradual.
salam
Prof, mau tanya…
Kalo di perusahaan sejauh mana peran konsultan SDM dalam merumuskan BUDAYA KERJA perusahaan? apakah sebaiknya dirumuskan oleh internal atau pihak independen, seperti konsultan?
bung ihsan; tidak ada resep yang standar….apabila perusahaan sudah memiliki sdm yang andal maka perumusan budaya kerja bisa dirumuskan sendiri oleh internal perusahaan (peran dep sdm tinggi),baru kemudian dapat meminta jasa konsultan sdm untuk mengevaluasinya dan memberi masukan….sementara kalau perusahaan dinilai belum memiliki sdm andal,baru konsultan sdm sangat dibutuhkan mulai dari rancangan awal, kajian mendalam, sampai perumusannya….dan perusahaan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan proses…walau demikian perusahaanlah yang memegang peran penting untuk memutuskan budaya kerja yang seperti apa yang dianggap cocok…..cara seperti ini bisa diterapkan dengan teknik delphi…
salam
Bagaimana caranya menggali nilai-nilai akar budaya perusahaan ? Mohon informasinya. Terima kasih.
Qomaruzzaman
mas qomaruzzaman;menggali nilai-nilai akar budaya perusahaan dapat didekati antara lain dari telaahan:
=visi,misi dan tujuan perusahaan,
=siklus hidup perusahaan,
=penerapan manajemen pengetahuan dalam perusahaan,
=proses pengembangan dimensi keunggulan,
=manajemen proses perubahan perusahaan,
=proses transformasi struktural perusahaan,
=kepemimpinan perusahaan.
=perilaku anggota atau karyawan spt hubungan horisontal dan vertikal,sifat efisiensi,etos kerja,kebersamaan,dan motivasi
salam
Salam kenal Prof.
saya sedang mengerjakan thesis ttg hubungan budaya kerja, pelatihan terhadap produktivitas. Bila tidak keberatan, dimana atau bagaimana saya bisa membeli/memiliki buku yang bapak tulis diatas.Terimakasih atas bantuannya.
mas hermawan…..setahu saya dijual di beberapa toko buku antara lain di gramedia dan gunung agung……
Terimaksih prof untuk respondnya.
Setahu saya masih sangat jarang referensi literatur ttg budaya kerja (dng latar belakang Indonesia).
Prof, Saya masih sedikit bingung bgm membedakan budaya kerja dari budaya organisasi?
Terimakasih sebelumnya.
salam
bung hermawan….kalau anda membaca ulang artikel saya di atas…..budaya kerja merupakan elemen dari budaya organisasi…kerja merupakan bagian kecil saja dari proses budaya organisasi dimana di dalamnya terdapat nilai-nilai kerja…mengapa orang harus bekerja,perilaku kerja…dst….semoga semakin jelas
Prof mohon setelah membaca tulisan prof saya tertarik untuk meneliti tentang budaya kerja rencana judul saya “hubungan budaya kerja dan iklim organisasi dengan kepuasan kerja” bgm judul ini menurut prof dan literatur apa dimana sy bisa peroleh mengingat literatur ini cukup sulit diperoleh mohon info prof, trima kasih sebelumnya
mbak fajrillah….topik yang menarik…..namun perlu diperjelas apakah budaya juga mencerminkan atau sebagai salah satu unsur iklim organisasi….ini penting diperjelas agar konsisten dalam analisisnya…..kemudian di samping dengan kepuasan kerja coba dikaitkan dengan motivasi dan kinerja karyawan……bagi mahasiswa pascasarjana aspek-aspek itu akan lebih sip atau lebih menantang untuk diteliti……btw buku-buku tentang teori budaya organisasi,budaya kerja, teori motivasi, dan manajemen kinerja banyak sekali terdapat di toko-toko dan perpustakaan….silakan datang di perpustakaan program manajemen bisnis ipb…… disitu banyak buku dan thesis yang menyangkut topik peneltian anda…..salam
Trima kasih prof atas sarannya ttg budaya kerja, iklim organisasi dan kepuasan kerja, rencana jum,at 26 juni 09 saya sidang tesis, mohon doanya prof.. salam
semoga anda sukses mbak malonda…..
prof. saya dari mahasiswa fakultas ekonomi univ. khairun ternate saya sedang membuat proposal penelitian dengan judul PENGARUH BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA bolehkah bapak mengirim teori hubungan budaya kerja dan motivasi terhadap produktivitas kerja d e-mail saya. soalnya saya susah tuk mendapatkan teorinya itu. maksih banyak atas bantuan bapak.
maaf pak saya salah ketik judul proposalnya. judulnya pengaruh budaya kerja dan pengawasan terhadap produktivitas. mohon bantuan bapak tuk menjelaskan teori hubungan budaya kerja dan pengawasan terhadap produktivitas. maksih banyak sebelumnya.
ok firda….topik menarik…..dalam rangka pembelajaran…..sampaikan ide anda dalam bentuk butir-butir pokok mengapa anda melakukan penelitian ini dan pendapat anda tentang teorinya….baru saya coba beri masukan kepada anda via sjaf43@yahoo.com….salam belajar
Maaf mau tny judul TA sy “pengaruh budaya kerja terhadap kinerja karyawan” ttpi saya msh blm menemukan indikator’y. Mintak referensinya, soalnya susah
reza….kirim konsep anda via sjaf43@yahoo.com….baru saya beri komen…..upaya dulu…..itulah pembelajaran namanya…..
salam kenal….prof.
tulisan bapak diatas sangat mengispirasi…tp bagaimna jika di sebuah organisasi yang baru tumbuh&berkembang dengan pola budaya yang tidak jelas dan terarah….akibatnya produktivitas kerja tak terukur,tak jelas dan pada tataran manajemen enjoi saja dengan dengan kondisi seperti itu, mngkin krn ada komplik interest, sehingga budaya organisasi dan kerja diabaikan.
apa saran bapak dengan kondisi tersebut.
terima kasih…
salam kenal juga bung hamzah….pada tataran organisasi yg baru masih mencari identitas diri…dan cenderung sering mengalami distorsi program….karena itu diperlukan uraian visi,misi,dan tujuan serta kompetensi utama yang jelas dan operasional (manageable) plus job desc dan job spesification…untuk menghindari konflik internal atau gangguan maka diperlukan sosialisasi dan internalisasi…..berikut penyiapan sdmnya yg bermutu…..
salah satu kerangka yang agak detail untuk menjelaskan budaya organisasi adalah OCAI (organization culture assessment instrument) yang disusun oleh Quinn dan Cameron …
mereka menggunakan 2 variabel yaitu tingkat ketatnya internal control, tinggi atau rendah, serta fokus perhatian organisasi, cenderung eksternal atau internal ..
mereka mengkategorikan, ada 4 culture di dalam organisasi, yaitu clan culture, hierarchy culture, market culture, dan adhocracy culture …
silakan lihat bukunya di :
http://books.google.com/books?id=blRwWniTsUAC
ya bung riri….itu salah satunya….masih banyak lagi buku yg terkait dgn teori budaya organisasi setelah Quinn & Cameron (1999)…..Black,Richard (2003,Org.Culture,London), Harrison &Samuel (2000; Culture Matters:….,Harvard),Schein (2004,Org.Culture & Leadership,SF),), dan jurnal-jurnal dst….trims ulasan anda telah memerkaya artikel ini….
Tulisan yang bagus sekali pak, saya mau menghubungkan antara etos kerja, budaya organisasi terhadapkompetensi karyawan,
enaknya etos kerja (X1), budaya organisasi (X2) dan Kompetensi (Y), atau etos kerja (X) Kompetensi (Y) sedangkan budaya organisasi Variabell intervensi? Tolong pencerahan alur berfikir dan kerangka konseptualnya ya pak….ini untuk thesis S2
Psikologi mayor PIO dan minor Klinis Dewasa.
mbak anna…ingatkan saya ya…..via sjaf43@yahoo.com
artikel yang sangat menarik
saya mau tanya pak, saya mahasiswa S1 dan sedang proses pembuatan skripsi dan yang ingin saya tanyakan apakah ada keterkaitan antara budaya perusahaan dengan semangat kerja karyawan pak, kalau ada indikatornya apa saja pak?
soalnya saya baca berbagai macam buku intinya sama saja namun saya belum menemukan titik temunya
terima kasih
mas wahyu…dari budaya organisasi diturunkan budaya kerja….dari budaya kerja diuraikan lagi sebagai turunannya,misalnya integritas,kerjasama,tanggung jawab,reputasi,inovasi dsb….kalau nilai-nilai tadi dikembangkan maka muncullah yg disebut etos kerja, komitmen, dan semangat kerja….indikatornya bisa berupa motivasi,kepuasan kerja,kedisiplinan, dan kinerja yg bisa diukur dengan menggunakan skala ordinal….
terima kasih pak atas petunjuknya
sudah saya konsultasikan dengan dosen
namun pak dosen bertanya pada saya bgaimana budaya perusahaan yang baik itu? indikator budaya perusahaan yang baik itu apa?
kemudian jika budaya perusahaan berubah apakah semangat kerja juga ikut berubah??
ya, saya menjawab sekenanya tapi tidak menjawab yang ditanyakan pak dosen
terima kasih pak…
mas wahyu…itu pertanyaan dosen karena dia tidak tahu…atau ketika diskusi atau ujian?…agar memuaskan dosen so jangan menjawab sekenanya dan seenaknya saja…mungkin anda kurang siap….jadi anda sebaiknya banyak membaca referensi buku dan jurnal tentang budaya perusahaan….
Tulisan yang sangat bagus. Maaf, jika Prof berkenan, saya ingin mendapat pencerahan tentang penelitian yang ingin saya lakukan tentang mutu kehidupan kerja, etos kerja, dan kinerja. Mohon masukan tentang teori, indikator, dan alur berpikir, dll tentang ketiga variabel tadi. Terima kasih
mbak lieserna…boleh anda kirim paling tidak outlinenya…nanti saya beri komentar atau masukan….salam
Ass. Prof Sjafri… Smoga Prof. shat slalu n tetap semangat seperti saat di kelas lalu.
saya mohon saran untuk rencana judul thesis yang saya ajukan mengenai disiplin, motivasi kerja dan budaya kerja perusahaan terhadap kinerja karyawan…
bung fadkur…silakan kirim butir-butir proposal anda via email…insya allah saya beri komen…salam
salam kenal, artikel yang menarik, biasanya budaya perusahaan atau organisasi ini dapat dengan mudah dilihat dan dirasakan pada perusahaan yang cukup besar yang sudah memahami pentingnya budaya organisasi bagi kelangsungan hidup perusahaan.
akan tetapi bagaimana dengan budaya kerja perusahaan outsource ? rata-rata saya melihat dan merasakan bahwa budaya outsource cenderung menginduk pada user-nya, dan organisasi tersebut tidak punya budaya sendiri, ibaratnya sebagai sebuah organisasi, perusahaan os hanya menuruti budaya kliennya, tidak punya bargaining saat ada budaya yang tidak sesuai
ditambah lagi sektor pekerjaan yang di os kan biasanya yang berhadapan langsung dengan pelanggan, jika didalam perang, tenag akerja os adalah prajurit di garis depan, mempunyai resiko yang tinggi dan tekanan kerja yang tinggi juga, cenderung membuat orang yang terlibat di dalamnya kurang peduli dengan hal-hal bersifat abstrak seperti budaya perusahaan, yang penting kerja sesuai target dan tidak ditendang jika kontraknya habis
pertanyaan dari saya adalah apakah bisa budaya perusahaan dibuat dan diterapkan pada perusahaan outsourcing ? mengingat tingkat turnover dan ketidakpastian bekerja sangat tinggi
terima kasih
betul dq…tidaklahmudah membangun budaya perusahaan …yg hampir semua karyawannya outsourcing…namun penegakkan kedisilinan,komitmen kerja dan mutu, dan keharmonisan hubungan sbagai elemen budaya organisasi/kerja…sebenarnya bisa dibangun….jadi tidak perlu secara eksklusif ada budaya perusahaan outsourcing….karena sudah melekat pada visi,misi dan sistem nilai perusahaan itu sendiri….
prof…
saya sedang dalam pengerjaan skripsi…
yang berjudul studi penerapan budaya kerja di perusahaan BUMN..
bisakah prof..share buku buku apa sajakah yang bisa menjadi pedoman yang berkaitan dengan budaya kerja???
terimakasih
mela…coba anda krimkan referensi yang sudah anda punya kepada saya…kalau kurang akan saya tambah…salam
assallamualikum prof….salam silaturahmi. oya mohon pertolongan kebetulan sekarang lagi menggarap tesis tentang budaya kerja. untuk itu dengan penuh pengharapan jika bapak mememiliki matari atau referensi budaya kerja. jika prof tidak keberatan kirim email saya sholiatalhanin@yahoo.co.id
testiani….silakan anda browsing internet…apakah google n yahooo…atau proquest…disitu banyak artikel budaya organisasi dan kerja…silakan juga dilihat pada blog saya ini…kemudian silakan kirim referensi yg sudah anda punya ke saya…nanti kalau kurang akan saya tambahkan…
salam kenal prof….
saya berencana menyusun makalah sebagai syarat untuk pengakuan ijazah S1 diperusahaan tempat saya bekerja, saya bermaksud menulis tentang safety management system sebagai budaya kerja perusahaan dalam rangka menjamin keselamatan, keteraturan dan kelancaran pelayanan penerbangan (kebetulan saya bekerja sebagai air traffic controller di sebuah bandar). Yang ingin saya tanyakan bagaimana menurut prof rencana makalah sy tsb klo ditinjau dari sisi budaya kerja apakah layak…trima kasih sebelumnya…
lili…tepat sekali ditinjau dari budaya kerja…bahkan bisa anda kaitkan dengan budaya korporasi…
Ass.. p’ saya mahasiswa yang kebetulan mau menyusun skripsi tentang budaya kerja, dan kepuasaan kerja.. apa indikator budaya kerja di organisasi BUMN itu sama p’? terimksih
bung farid…kalau kriteria dan indikator umum tentang budaya kerja cenderung sama…namun secara operasional bisa saja berbeda-beda sesuai dengan karakteristik organisasi BUMN apakah di sektor industri,perbankan,pertanian,nonpertanian dsb….
sama, skripsi saya juga tentang budaya kerja tp kok susah sekali mencari aspek dan faktor2 yang mempengaruhi budaya kerja ya?
prof., apakah saya boleh tahu apa saja aspek-aspek dari budaya kerja dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi budaya kerja?
saya sangat kesulitan mencari keduanya, padahal ini adalah bahan skripsi saya Prof., terimakasih atas jawabannya…
tolong email saya ya Prof. (volia_89@yahoo.co.id)
terimakasih banyak…..
pak…saya kasih tau donk referensi buku-buku yang memuat budaya kerja dan displin kerja karena saya sedang buat skripsi tengtang pengaruh b.kerja terhadap disiplin kerja pak,,,terima kasih
anggi….please pergi ke perpustakaan…dan banyak buku serupa di toko buku…salam
Prof. yang baik hati.
Saya saat ini sedang menyusun skripsi yang berjudul “Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Saya sangat kesulitan dalam mencari buku yg berjudul langsung “Budaya Kerja” dan Please kira-kira indikator apa saja yang berkaitan dengan budaya kerja di instansi tempat saya bekerja. Dan ini saya lampirkan fenomena permasalahan di kantor saya saat ini : Berdasarkan hasil pengamatan, kondisi budaya kerja saat ini di Seskoad belum berjalan secara kondusif sehingga berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai menjadi tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari lingkungan kerja yang tidak ergonomi, kondisi psikologis kerja seperti pekerjaan yang monoton sehingga menimbulkan kebosanan, struktur organisasi yang panjang, sehingga terlalu banyak birokrasi dan budaya organisasi yang ketat dan kaku sehingga menghambat berkembangnya gagasan atau ide yang bermutu dari bawahan. Hal tersebut di atas dapat dilihat dari fenomena-fenomena sebagai berikut:
1. Lingkungan kerja yang belum tertata dengan baik seperti jauhnya ruangan atasan dengan bawahan sehingga untuk meminta petunjuk dan pengecekan surat harus berjalan, hal ini jelas tidak ergonomi karena menyita waktu dalam bekerja menjadi tidak efektif dan tidak efisien.
2. Struktur organisasi yang panjang sehingga berakibat banyak birokrasi yang harus dilewati, dalam prosesnya banyak ketidak sepahaman makna dan bentuk tulisan surat yang dibuat sehingga banyak surat yang dikoreksi, hal ini tidak efektif waktu.
3. Kurang adanya kerjasama antar sesama pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan, hal ini dapat dilihat bila salah satu pegawai cuti atau ada kepentingan lainnya maka pekerjaannya tidak ada yang menghandelnya dan berdampak terbengkalainya pekerjaan tersebut, karena sikap apatis, tidak saling mengingatkan dan rendahnya kesadaran akan tugas pokok yang dibebankan kepada pegawai.
4. Kurangnya perhatian dari pimpinan terhadap peningkatan kompetensi pegawai melalui penyelenggaraan pendidikan dan latihan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang diemban. Hal ini dapat dilihat masih adanya pegawai yang belum mampu mengoperasionalkan komputer dengan optimal yang berhubungan dengan tugasnya sehingga banyak pekerjaan terlambat diselesaikan.
mas gunawan…pada dasarnya pengertian budaya organisasi dan budaya kerja adalah sama untuk setiap institusi…memang yg membedakannya adalah dalam hal kompetensi inti dan visi,misi,tujuan,lingkup fungsi dan peran dari organisasi itu…misalnya kalau kita membahas budaya organisasi pada organisasi militer vs sipil…organisasi bisnis vs nonbisnis…dsb akan memiliki norma atau nilai budaya organisasinya….misal tentang sistem nilai pengambilan keputusan,sistem nilai interaksi sosial,nilai modal sosial dlm organisasi,perilaku kedisiplinan, dsb…buku tentang budaya organisasi bisa didapatkan di toko2 buku nasional…memang yg secara spesifik untuk di seskoad misalnya…saya senidiri bel;um tahu…salam skripsi,
Trimakasih Prof atas semua atensinya, mungkin dilain waktu saya akan menanyakan lagi permasalahan yang berhubungan dgn skripsi yg sdg saya buat yaitu Pengaruh Budaya Kerja terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Seskoad. Prof…bilang budaya organisasi sama dengan budaya kerja, menurut saya budaya organisasi lebih luas daripada budaya kerja, dimana budaya kerja merupakan elemen dari budaya organisasi. Mohon petunjuk Prof…Trims…
ya anda benar mas wiguna…namun dalam praxisnya…sering disetarakan antara budaya organisasi dan budaya kerja…
Mohon maaf Prof…ada yang ketinggalan…yang saya cari adalah buku tentang Budaya Kerja bukan budaya organisasi…tolong ya Prof informasinya. Trims…
…maaf wiguna…setahu saya cukup banyak tersedia di toko buku dan perpustakaan
salam hangat prof..
saya sangat tertarik dengan artikel Anda tentang budaya kerja ini berhubung saya juga sedang menyusun skripsi yang berkaitan tentang pengaruh budaya kerja,komitmen karyawan terhadap kinerja karyawan pada sektor perbankan.Saya masih bingung menentukan apa saja indikator dari budaya kerja tersebut ya prof.
Mohon solusinya.terima kasih
hera indikator budaya kerja bisa dilihat antara lain dari aspek2…komitmen,kedisiplinan,konsistensi,keterkaitan,kerjasama,keterbukaan,kreatifitas…
Salam kenal Prof. Sjafri Mangkuprawira bila berkenan saya ingin tahu judul buku Moeljono tahun 2004 yang digunakan sebagai rujukan artikel di atas.
Terimaksih…
fredi…sekalian ada tiga buku beliau…Good corporate culture-Good corporate governance (2006)…Cultered (2006)…Corporate culture-Challenge to Exellence (2007)…
prof, permisi ambil bhn buat tgs kuliah saya.
makasih byk y prof.
dengan senang hati fatma…
prof, izin ambil artikelnya.. .
buyung…dengan senang hati…silakan
prof….apa ceh kaitannya etos kerja dengan budaya organisasi????
tq
norin…etos kerja sebagai unsur budaya organisasi…semakin tinggi etos kerja seseorang semakin tinggi kinerjanya…berarti budaya organisasi berdampak positif bagi kinerja organisasi
Ping-balik: BUDAYA KERJA « RAFTING PACET
Ping-balik: BUDAYA KERJA « PACET RAFTING MOJOKERTO
Ping-balik: BUDAYA KERJA | WISATA RAFTING PACET MOJOKERTO
Salam kenal Prof. Sjafri Mangkuprawira
ini sangat berguna dalam makalah yang sedang saya kerjakan.
terima kasih
prof mau tanya, menurut anda, bagaimana budaya kerja dalam kegiatan orang indonesia itu sendiri ?? budaya kerja yang seperti apa yg bangsa indonesia anut ??
terima kasih sebelumnya.
Met pagi prof…
Salam hangat..
Huhuhu.. selama ini saya kebingunan dengan proposal saya, apakah cukup kuat untuk diteliti atau tidak sebab sudah kontroversi di koordinatoor penelitian di kampuss saya.. teryata artikel prof membuat saya bernafas lega, serta pesan2 di atas banyak jg yang meneliti dan tertarik mengenai budaya kerja… prof bisa kah saya mengirimkan ulasan mengenai proposal saya prof dan ingin share mengenai literature?? terima kasih sebelum nya..salammm…
Ass. wr. wb.
Selamat siang Prof.
Prof… sy sedang menyusun tesis tentang Pengaruh Kompetensi dan Budaya Kerja terhadap Produktivitas kerja.. Cuma masalahnya sy belum mendapatkan indikator2 yang tepat dari variabel Budaya Kerja dan Produktivitas Kerja. Apa di buku Manajemen Mutu SDM banyak mengulas tentang Budaya kerja dan produktivitas beserta indikator2nya? Terima kasih. Salam.
Selamat malam, Prof,…saya mohon petunjuk apa saja indikator-indikator budaya kerja yang berpengaruh terhadap kinerja, kalo bisa menurut para ahli organisasi (Wijaya, Robbins, Moeljono dll). Trimakasih
mas gunawan…coba konsep anda apa…lalu dikirim ke saya…insya Allah nanti saya tanggapi…pendekatan saya adalah pembelajaran…bukan jawaban instan dari saya…namun tukar pikiran…semoga
Selamat pagi , prof, saya adalah mhs S2 yang pada saat ini sdg menyusun tesis yang berkaitan dengan budaya organisasi dan kinerja pegawai , krn saya beranggapan bahwa kinerja pegawai ( jlhnya lbh banyak kalau pimpinan hanya satu org dalam satu unit kerja) juga sebagai penentu kesuksesan suatu usaha,saya bermaksud mengutip tulisan bapak, mohon ijin dari bapak
terima kasih
silakan mbak dewi…dengan senang hati
Selamat siang prof..
saya mahasiswa yang lagi nyusun tugas akhir. Judulnya tentang “Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan”. sampai saat ini, saya mash bingung untuk menyusun outline2nya apa saja. terutama untuk indikator-indikatornya apa saja. mhon masukannya ya…
trus buku2 yg saya buat literatur itu apa saja..
terima kasih prof..