Kedisiplinan karyawan adalah sifat seorang  karyawan yang secara sadar,  mematuhi aturan dan peraturan organisasi tertentu. Hal itu sangat mempengaruhi kinerja karyawan dan perusahaan. Kedisiplinan  sepatutnya dipandang sebagai bentuk latihan bagi karyawan dalam melaksanakan aturan-aturan perusahaan. Semakin disiplin semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dan kinerja perusahaan; ceteris paribus. Komponennya dapat dilihat dari beragam sisi berikut: 

  • Kedisiplinan sebagai suatu aspek budaya perusahaan/organisasi,
  • Kedisiplinan terkait dengan  kemungkinan terjadinya simpangan/masalah kinerja perusahaan,
  • Timbul karena kesadaran diri karyawan  atau  bisa juga  dengan paksaan,
  • Motif keinginan karyawan untuk diakui sebagai orang yang baik/teladan,
  • Tidak semua karyawan memiliki derajad kedisiplinan seratus persen; ada pengaruh faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik,
  • Kedisiplinan karyawan tidak selalu terkait dengan produktivitas kerjanya. Artinya  kedisiplinan harus dibarengi dengan  kecerdasan,
  • Terkait dengan tindakan perusahaan berupa konsekuensi pemberian imbalan-penghargaan atau  hukuman kepada karyawan,
  • Kedisiplinan karyawan berkaitan dengan peluang karirnya.

        Dalam kenyataannya tidak saja ada para karyawan  yang tidak disiplin tetapi juga hal yang sama terjadi pada manajer. Mengapa misalnya ada manajer menghindari tindakan terhadap karyawan yang tidak disiplin. Permasalahannya terletak pada pengabaian tehadap aturan perusahaan. Disini manajer jelas-jelas tidak disiplin. Selain itu karena manajer merasa khawatir akan timbul keluhan-keluhan para karyawan dalam bentuk protes terbuka. Dengan demikian manajer merasa  khawatir akan kehilangan persahabatan dengan karyawan akibat terjadinya pengenaan tindak hukuman.

          Satu hal juga yang perlu diperhatikan adalah bentuk kedisiplinan khususnya yang bersifat fisik. Hal itu tidak otomatis berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas. Bisa jadi seseorang memiliki kedisiplinan tinggi, misalnya rajin masuk kerja lalu diikuti dengan kerja keras tetapi produktivitasnya relatif tidak tinggi karena tidak memiliki kecerdasan yang memadai. Jadi kedisiplinan lebih ditempatkan dalam memenuhi aturan kerja perusahaan saja.

About these ads