Cantik itu ukurannya apa? Tidak mudah menterjemahkannya. Secara fisik bisa saja cantik itu dilihat dari raut wajahnya: oval, bulat atau lonjong? Hidungnya mancung, pesek atau bulat seperti terong? Matanya sipit, biasa atau belo-melotot dengan warna coklat atau biru? Ukuran tinginya pendek-sedang-jangkung, berat badannya kurus-ramping-gemuk?, Cara jalannya seperti peragawati, penari, olahragawati atau bahkan kaya POLWAN gagah.?

         Apakah juga dari kulitnya yang putih kemerahan, putih keju, hitam kelam, hitam manis, kuning, coklat? Atau rambutnya yang mayang terurai, ikal, lurus, berwarna hitam, pirang atau bahkan yang ubanan? Ah cantik dilihat dari keragaan fisik saja begitu beragam ukurannya. Tiap orang pasti punya preferensi masing-masing. Dan bisa saja jadi perdebatan tak berujung.         

         Saya tidak tahu apakah ukuran cantik di dalam (kepribadian) juga preferensinya berbeda-beda. Rasanya sih hampir sama. Umumnya kaum adam bersepakat kalau punya pacar dan nantinya jadi pasangan hidup wanita yang dipilihnya harus memiliki ciri-ciri ramah, komunikatif, nyambung, cerdas, lembut, dewasa, setia, jujur, pengertian, tanggung jawab etc..etc…sempurna. Seperti adonan capcay, barangkali. Nah untuk yang beragam tetapi komplit ini tidak mudah mendapatkannya. Tidak utuh. Ada saja seorang wanita dinilai orang tertentu memiliki beberapa ”kekurangan” tetapi orang lain menganggap itu ”kekuatan”. Karena itu butuh proses dan sekaligus waktu serta kesabaran untuk memahaminya. Mengapa?

Mencari dan membentuk  pribadi seseorang yang kita kehendaki pasti butuh waktu panjang. Bukan seperti mau membuat  makanan rempeye udang yang lezat itu. Sehari bahkan beberapa jam saja  produksinya bisa dibuat sesuai dengan selera dan permintaan. Namun mengembangkan kepribadian membutuhkan perjuangan untuk saling mengetahui, memahami dan mengerti karakter satu sama lainnya.  Dalam perjalanan mungkin terjadi fluktuasi kehangatan atau malah benturan keegoan dan kebakaran cinta. Bisa berbuah manis bisa juga menuai racun. Itulah suatu dinamika sekaligus juga romantika. Tahan atau tidak kita menghadapinya? Celakanya sang turunan Adam sering tidak mampu bersabar. Inginnya serba cepat jadi. Instant konon istilahnya. Makanya sering terpeleset dan kecele. Karena tanpa investigasi luar dalam secara mendetil.  

           Nah siapa sih yang tidak  ingin punya wanita cantik luar-dalam? Wow….semoga Anda, hai anak muda atau jomblo, bisa mendapatkannya. Sumber: adaptasi dari Tb.Sjafri Mangkuprawira, 2006 , Coretan Seorang Dosen:Rona Wajah, Jilid 1, IPB Press. 

About these ads